SELASA , 18 DESEMBER 2018

Kembangkan Wisata Maritim, Dispar Makassar Bahas Bersama Mitra Kerja

Reporter:

Iskanto

Editor:

Rabu , 07 November 2018 15:24
Kembangkan Wisata Maritim, Dispar Makassar Bahas Bersama Mitra Kerja

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kota Makassar menggelar koodinasi pembangunan kemitraan Pariwitasa di Hotel Aerotel Smile Makassar, Rabu (7/11).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Untuk mengembangkan destinasi wisata pesisir dan pulau, tentunya diperlukan kerjasama semua pihak. Maka dari itu, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kota Makassar menggelar koodinasi pembangunan kemitraan Pariwitasa di Hotel Aerotel Smile Makassar, Rabu (7/11).

Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, pariwisata Bahari Kota Makassar merupakan sektor yang memberikan kontribusi bagi pembiayaan daerah.

“Hal ini, memiliki karakter yang beraneka ragam seperti wisata alam, wisata sejarah, budaya, dan wisata buatan,” ujarnya.

Menurutnya, wisata bahari merupakan salah satu potensi destinasi unggulan Kota Makassar yang terdiri dari gugusan pulau (spermonde).

“Meliputi, pulau lae-lae, gusung tallang, kayangan, samalona, barrang lompo, barang caddi, bonetambung, lumu-lumu, langkai dan pulau kodingareng,” sebut Maya.

Dia menambahkan, Kota Makassar sebagai salah satu daerah yang memiliki kawasan spermonde, diharapkan mampu mengembangkan destinasi unggulan.

“Sehingga diperlukan dukungan masyarakat Makassar, untuk senantiasa menciptakan kondisi pariwisata yang kondusif di Kota Makassar,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disparekraf Makassar, Andi Karunrung mengungkapkan, koordinasi pembangunan kemitraan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pemahaman semua stakeholder tentang pengembangan wisata bahari di Kota Makassar.

Selain itu, koordinasi dengan melibatkan para stakeholder pariwisata, dilakukan guna mewujudkan Makassar sebagai destinasi wisata bahari.

“Itu sebabnya, koordinasi antara pelaku pariwisata dan komunitas dalam melibatkan pengembangan wisata bahari di Kota Makassar sangat penting,” ujanya.

Kegiatan yang akan berlangsung selama satu hari tersebut, melibatkan orang-orang yang berasal dari SKPD, Lurah, Asosiasi, Akademisi, Komunitas dan masyarakat di kepulauan.


div>