MINGGU , 19 NOVEMBER 2017

Kemenag Gantung Nasib 40 CJH Ilegal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 14 Agustus 2017 17:46
Kemenag Gantung Nasib 40 CJH Ilegal

ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Nasib 40 Calon Jemaah Haji (CJH) ilegal PT Meida Wisata dan PT Safira Daha Jaya, yang gagal berangkat ke Tanah Suci, hingga saat ini belum jelas. Kementerian Agama (Kemenag) belum memberikan keputusan terkait keberangkatan mereka, termasuk sanksi untuk dua travel haji tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir, mengatakan, pihaknya masih menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah pusat, terkait nasib 40 CJH gagal tersebut. Begitupun dengan pemberian sanksi untuk PT Meida Wisata dan PT Safira Daha Jaya sebagai travel yang bertanggung jawab, juga merupakan kewenangan Kemenag pusat.

“Kita lihat nanti, kebijakan apa yang diberikan oleh pusat soal itu, karena sebelum menjatuhkan sanksi tentu ada tahapannya,” kata Abdul Wahid, yang ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi antara Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Pusat dan Kanwil Kemenag Sulsel, Minggu (13/8).

Mengenai pelaksanaan rapat tersebut, Wahid mengungkapkan, koordinasi yang dilaksanakan antara Dirjen penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag RI terkait visa untuk jemaah haji yang hendak berangkat melakukan ibadah haji. Sejauh ini, tidak ada masalah dalam hal visa jemaah.

“Alhamdulillah gelombang pertama sudah kita berangkatkan dari Embarkasi Makassar. Semua yang berangkat mempunyai visa haji,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Abdul Wahid, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH telah memberangkatkan 8.158 CJHke Arab Saudi, dari total 18 Kelompok Terbang (Kloter), pada gelombang pertama. Tercatat, ada sebelas orang yang batal berangkat dengan berbagai kondisi. Meninggal dunia enam orang, hamil empat orang, dan batal ikut satu orang.

“Kita lihat kondisinya. Yang hamil atau mengalami penyakit lainnya akan diikutsertakan saat kondisi sudah siap, dan itu kita akan menunggu sampai habis kloter. Jika sudah habis kloter lantas kondisi belum siap, maka akan dijadwalkan ulang tahun depan,” lanjutnya.

Untuk gelombang kedua pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Makassar, telah memasuki Kloter 19 yang berasal dari Sulawesi Tenggara. PPIH akan memberangkatkan 455 jemaah haji dan petugas, tujuan Jeddah Arab Saudi. (mg04/dwi/c)


div>