SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Kemenag Kebut Pengurusan Visa Haji

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 26 Juni 2017 15:48
Kemenag Kebut Pengurusan Visa Haji

Ilustrasi. foto: jawapos.

JAKARTA – Selepas Ramadan, Kementerian Agama (Kemenag) bakal mengebut persiapan haji. Salah satu yang paling krusial adalah pengurusan dokumen visa haji. Pembuatan paspor bagi calon jamaah haji juga semakin digencarkan.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag, Mastuki, mengatakan, sampai pengujung Ramadan, pemerintah Indonesia masih masuk tahap request visa haji ke otoritas Arab Saudi.

’’Sambil menunggu dibukanya proses pengurusan visa haji secara resmi oleh pemerintah Arab Saudi,’’ katanya.

Mastuki menuturkan, sambil menunggu kelengkapan permintaan visa haji tersebut, proses pembuatan paspor terus bergulir. Di daerah, kantor Kemenag berkoordinasi dengan imigrasi untuk pembuatan paspor haji.

Calon jemaah yang sudah memiliki paspor haji dan masa berlakunya masih lama tidak perlu membuat paspor. Selain itu, pembuatan paspor haji gratis karena sudah dibayar dengan dana optimalisasi haji.

Salah satu yang melaporkan perkembangan pengurusan paspor adalah embarkasi Solo (SOC). Total jamaah haji yang berangkat dari embarkasi SOC mencapai 33.357 orang. Mereka dari Provinsi Jawa Tengah sebanyak 30.225 orang dan Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta 3.132 orang.

’’Khusus untuk Jawa Tengah, paspor yang sudah jadi mencapai 25.091 orang,’’ katanya.

[NEXT-RASUL]

Dari seluruh paspor yang sudah jadi itu, 11.717 paspor telah dikirim ke Jakarta untuk diajukan proses penerbitan visanya. Sementara itu, paspor yang belum terbit, sekira 5.000 paspor, diperkirakan sudah selesai diproses, tapi belum dikirim dari imigrasi setempat ke kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Tahun ini jemaah haji yang berangkat mencapai 221 ribu orang. Sebulan lagi atau tepat pada 27 Juli, calon jamaah mulai masuk ke asrama haji. Kemudian, pemberangkatan perdana pada 28 Juli.

Kasubdit Advokasi Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Abdurrazak Alfakhir, mengatakan, menjelang keberangkatan, pasti sebagian besar jemaah mulai bersiap berkemas membawa barang apa saja.

’’Perlu diketahui Makkah dan Madinah adalah kota yang sudah maju. Insya Allah kebutuhan jamaah sudah bisa dipenuhi di sana,’’ terangnya.

Dengan demikian, jamaah tidak perlu berlebihan membawa perbekalan untuk berhaji. Bekal yang berlebih justru bisa membuat kesulitan saat membawa dan mengganggu ibadah.

Abdurrazak menjelaskan, beberapa peningkatan kualitas layanan jemaah haji tahun ini. Diantaranya adalah menu makanan semakin variatif. Kemudian, volume atau jumlah penyajian makan di Makkah juga ditambah. Lalu, yang krusial adalah upgrade tenda jemaah haji.

’’Saat ini tenda jemaah haji di Arafah berbahan PVC,’’ jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Itu mampu menahan terik sinar matahari. Selain itu, setiap tenda dilengkapi pendingin udara berupa water cooler.

Dia berharap peningkatan layanan tersebut bisa menghadapi teriknya cuaca Saudi. Diperkirakan pada musim haji ini, cuaca di Saudi mencapai 50 derajat Celsius. (jpg)


div>