RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kemenag RI Tingkatkan Kapasitas KKG dan MGMP PAI di Sekolah

Reporter:

Editor:

Iskanto

Kamis , 30 Agustus 2018 14:28
Kemenag RI Tingkatkan Kapasitas KKG dan MGMP PAI di Sekolah

Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan RI, saat melaksanakan Workshop “Pengembangan Kapasitas KKG dan MGMP PAI Di Sekolah“, Rabu (29/08/18) di Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan RI melaksanakan Workshop “Pengembangan Kapasitas KKG dan MGMP PAI Di Sekolah“, Rabu (29/08) di Makassar.

Kegiatan ini diikuti para pengurus KKG-MGMP Kab/Kota serta utusan, Kanwil Kemenag Sulsel, Balai Diklat Agama dan Litbang Prov Sulsel, serta Panitia sebanyak 75 orang dan berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai 29-31 Agustus 2018.

Kepala Bidang Penelitian Pendidikan Agama Dan Pendidikan Tinggi Keagamaan, DR.Nurudin,M.Si mewakili Kepala Pusat LITBANG dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini berawal dari hasil temuan penelitian (fact finding) yang dilakukan.

Dimana kata dia ada problem dalam pengelolaan KKG-MGMP, sehingga posisi startegis MGMP sebagai pusat sumber belajar GPAI tidak berjalan secara maksimal, yang selama ini hanya berjalan seadanya dengan harapan bantuan anggaran dari Kemenag.

Eksistensi PAI mempunyai peran yang strategis dalam pendidikan karakter sehingga dari penelitian tersebut juga didapati beberapa kendala dalam pengembangannya. Pertama dimana dalam tata kelola KKG-MGMP terasa masih minim anggaran, kedua aspek regulasi belum tersentuh penuh ke pengembangan KKG-MGMP, dan ketiga dalam pengembangan program KKG –MGMP belum mendapatkan prioritas yang cukup guna pemenuhan pengembangannya.

“Pasalnya apabila ketiga aspek kendala tersebut dapat dipenuhi, maka KKG-MGMP yang merupakan motor bagi guru PAI akan dapat menguatkan peran dan fungsi guru PAI dalam peningkatan profesionalitas serta adanya peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan harapan KKG-MGMP PAI menjadi ujung tombak perubahan dan peningkatan kualitas pembelajaran PAI,” kata Nurudin.

Sementara itu Kepala Bidang PAI Kemenag Sulsel DR.H.Muh.Rasbi,SE.MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKG-MGMP adalah Rumah Cerdas bagi guru PAI, dan hambatan saat ini adalah kelangkaan SDM guru PAI di Prov Sulsel.

Sehingga perlu optimalisasi peran dan fungsi guru dengan pemanfaatan organisasi keguruan, dan salah satu diantaranya adalah penyusunan panduan KKG-MGMP, dengan harapan optimalisasi peran dan fungsi organisasi dapat diwujudkan. Rasbi juga menyampaikan agar hasil dari kegitan ini nantinya agar dapat dilakukan Sosialisasi ke KKG-MGMP guru PAI oleh pihak LITBANG.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.SulSel, H.Anwar Abubakar, dalam sambutannya saat membuka acara ini meyampaikan bahwa peran guru PAI saat ini dan kedepannya sangatlah penting. Oleh karena guru PAI memiliki peran ganda selain pengajar juga merupakan penceramah dalam arti mampu menjadi pencerah di tengah tengah masyarakat, tidak terpengaruh terhadap berita berita HOAKS yang ada di Medsos.

“Justru guru PAI harus menjadi Filter dari berita berita tersebut. KKG-MGMP diharapkan mampu mengoptimalisasi program dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama,” jelasnya. (*)


Tag
div>