SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Kemenag Sulsel Bakal Salurkan Dana KIP untuk Pendidikan Diniyah Formal

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 15 April 2016 18:06
Kemenag Sulsel Bakal Salurkan Dana KIP untuk Pendidikan Diniyah Formal

int

CITIZEN REPORTER – Bertujuan untuk memberikan penjabaran lebih lanjut atas ketentuan dalam pedoman Program Indonesia Pintar (PIP) di Kementerian Agama dalam lingkup Pendidikan Keagamaan Islam dan untuk menjamin efektivitas, efesiensi, ketepatan sasaran dan kegunaan program PIP, Kanwil Kemenag Sulsel melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menghadirkan 35 orang peserta dalam acara Rakor Penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Ke-35 orang yang diundang tersebut adalah Para Kepala Seksi PD Pontren/Kasi Pendis Kemenag se-Sulsel merupakan pemangku kebijakan di daerah yang akan dibebani tugas untuk menyalurkan Dana KIP kepada santri di Lembaga Pendidikan Diniyah Formal yang sudah terdaftar dan terakreditasi di Kemenag Sulsel.

Kegiatan rakor yang dilaksanakan sehari (14/4/2016) di Hotel Alden Makassar ini dibuka secara resmi oleh Ka. Kanwil Kemenag Sulsel Drs H Abd Wahid Thahir MAg yang didampingi oleh Kepala Bidang PD Pontren Kanwil H Suyahdi Sallu dan Kepala Seksi Pendidkan Diniyah Formal Kanwil H Muhammad Tonang.

Dalam arahannya, Kakanwil mengharapkan dilakukannya verifikasi data yang valid terhadap santri calon penerima bantuan KIP tersebut. “Jangan sampai terjadi data dobel yang berujung pada double accounting,” kata Kakanwil, seraya meminta kepada pihak yang terkait dengan penyaluran dana KIP ini bisa memilih lembaga keuangan (Bank) penyalur yang bisa diakses dengan mudah di semua daerah sasaran, agar tidak menyulitkan penerima manfaat.

Sementara itu, menurut Muhammad Tonang selaku Kasi PD Formal di PD Pontren Kanwil, tahun ini, KIP akan disalurkan di Lembaga Pendidikan diniyah Formal dengan 3 tingkatan yakni Ula (setingkat MI/SD), Wustha (setingkat Ts/SMP) dan Ulya (Setingkat Aliyah/SMA).

“Besaran dana KIP yang berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya, dan tahun ini Sulsel memperoleh Jatah untuk 4.056 orang/santri, akan tetapi untuk realisasi penyalurannya akan ditetapkan setelah ada data valid dari hasil verifikasi yang dilakukan di lapangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Program Indonesia Pintar (PIP) diluncurkan Pemerintah ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan ekonomi bagi anak usia sekolah sehingga mereka bisa memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik, mencegah anak putus sekolah dengan alasan kesulitan ekonomi, membantu anak kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan serta untuk mendukung penuntasan wajib belajar 9 tahun, termasuk di lembaga pendidikan Agama yang dikelola oleh Kementerian Agama.

Penulis: Mawardy Siradj SAg (Pelaksana Subbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel)


div>