SELASA , 24 APRIL 2018

Kementan Dorong Petani Jadi Peserta AUTP Komersial

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 17 April 2018 21:20
Kementan Dorong Petani Jadi Peserta AUTP Komersial

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong para petani untuk menjadi peserta program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

AUTP sendiri sudah dicanangkan sejak tiga tahun lalu dengan harapan menjadi trigger bagi petani akan pentingnya berasuransi.

Dengan demikian, petani menjadikan asuransi sebagai kebutuhan sehingga tetap berasuransi meski tidak lagi mendapat subsidi premi.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sri Kuntarsih mengatakan, petani yang sudah mengikuti AUTP diharapkan bisa meneruskan polis asuransinya secara komersial.

Bahkan, petani yang sudah tergabung dalam korporasi bisa ikut AUTP secara komersial.

“AUTP ini sebagai trigger. Selanjutnya alangkah baiknya petani bisa mandiri untuk mengikuti AUTP secara komersial,” jelas Sri.

Menurut Sri, petani tak bisa hanya mengandalkan subsidi dari pemerintah karena dana dari negara terbatas.

“Memang, program AUTP yang dikembangkan pemerintah baru berjalan tiga tahun. Pada tahun ini target AUTP yang masih disubsidi pemerintah seluas satu juta hektare. Diharapkan, jumlah petani peserta AUTP tahun ini meningkat,” jelas Sri.

Guna mendorong petani mau menjadi peserta AUTP, Kementan melalui Ditjen PSP terus melakukan sosialisasi pengembangan asuransi tani ke sejumlah daerah.

Sosialisasi khususnya dilakukan ke daerah-daerah yang sesuai data BMKG rawan banjir dan kekeringan.

Sosialiasi juga menyasar ke sejumlah kabupaten yang rawan serangan hama penyakit (OPT).

Menurut Sri, daerah seperti Bojonegoro dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang rawan banjir dan kekeringan juga menjadi sasaran sosialisasi AUTP.

Begitu juga beberapa wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang rawan hama wereng juga menjadi sasaran sosialisasi agar petaninya bisa menjadi peserta asuransi pertanian.

Dalam melakukan sosialisasi, petugas dari Ditjen PSP dibantu penyuluh dan petugas POPT terjun langsung ke lapangan.

Para petugas dari Dinas Pertanian, POPT dan PT Jasindo melakukan pendataan langsung ke petani agar proses mereka menjadi peserta AUTP lebih mudah.

“Sosialisasi terus kami lakukan di lapangan agar target satu juta hektare bisa tercapai sebelum akhir tahun 2018,” ujar Sri. (jpnn)


div>