SENIN , 18 DESEMBER 2017

Kementan Warning Distributor Pupuk Nakal

Reporter:

Nhera

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 25 November 2017 11:53
Kementan Warning Distributor Pupuk Nakal

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki komitmen tinggi dalam menunjang ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian, bersikap tegas terhadap peredaran pupuk palsu yang bereadar hingga ke petani.

Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Kementerian Pertanian, Sukriansyah S Latief, secara tegas mewarning para distributor dan kios nakal yang berani menjual pupuk palsu ke petani. Yaitu dengan melakukan blacklist hingga pemecatan yang berlaku kapda seluruh distributor, baik yang tergabung dalam PT Pupuk Indonesia maupun diluar dari PT Pupuk Indonesia.

“Di Indonesia sudah ada beberapa distributor yang dipecat karena ikut menjual pupuk palsu. Bukan hanya dipecat, kami minta untuk dilaporkan secara hukum karena ini sangat merugikan petani kita,” ungkapnya di sela-sela Koordinasi Menghadapi Musim Tanam Oktober 2017-Maret 2018 di di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Jumat (24/11) kemarin.

Beberapa daerah sudah pernah ditemukan distributor nakal, yakni Surabaya dan Sukabumi. Beredarnya pupuk palsu ini, karena adanya disparitas harga yang mencolok antara pupuk subsidi dengan komersial.

“Di wilayah Sulsel, belum ditemukan distributor ataupun pengecer yang menjual pupuk palsu, kami berharap tidak ada, dan petani harus cerdas memilih pupuk dengan melihat nomor pendaftaran dan Standar Nasional Indonesia (SNI)-nya,” jelas Sukriansyah.

Sementara, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, menambahkan, jumlah distributor nasional saat ini berjumlah 1.209 dan kios 39.825, khusus Makassar distributor 63 dan kios 1.557.

“Saya berharap para petani tidak tergiur pupuk palsu, karena berpengaruh terhadap hasil panen. Untuk para distributor dan kios jangan coba-coba untuk menjual, karena akan kami blacklist,” tegasnya.

Aas menjelaskan, membedakan pupuk asli dan pupuk palsu bisa dilihat dari kemasan, misalnya pada pupuk asli kemasannya tercantum nomor pendaftaran, SNI, dan Nomor Registrasi Produk. (*)


div>