MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Kementerian Koperasi UKM Bantu Pembuatan Sertifikat ISO Pelaku Usaha di Sulsel

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 24 April 2018 16:04
Kementerian Koperasi UKM Bantu Pembuatan Sertifikat ISO Pelaku Usaha di Sulsel

Foto bersama di kegiatan kegiatan Konsultasi dan pemberkasan dalam rangka standarisasi sertifikasi pangan industri rumah tangga produk KUMKM di Hotel Gammara, Selasa (24/4). Foto: Armansyah/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Koperasi dan UKM RI bantu pelaku usaha UKM yang berada di Provinsi Sulsel, bantuan tersebut berupa pembuatan sertifikat International Organization for Standardization (ISO) pada kegiatan Konsultasi dan pemberkasan dalam rangka standarisasi sertifikasi pangan industri rumah tangga produk KUMKM di Hotel Gammara, Selasa (24/4)

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel, Abd Malik Faisal mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi indikasi penilaian dari kementerian untuk mengetahui standarisasi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam mendapatkan sertifikasi ISO.

“Untuk mendapatkan sertifikasi butuh biaya pembuatan sampai Rp60 juta, nah disini peran pemerintah pusat membantu UKM membuatkan sertifikat ISO,” ungkap Abd Malik Faisal

“Ini program pertama dari kementerian untuk lakukan verifikasi ISO,” lanjutnya

Ia mengatakan bahwa saat ini para pelaku UKM di Sulsel masih dalam kategori rendah yang memiliki sertifikat ISO dan kendalannya masih soal biaya pembuatan yang mahal.

“Kalau UKM kita yang berkisar 700 ribu UKM masih 0,7 persen yang bersertifikat ISO, data kita belum punya data valid karena setiap UKM yang punya ISO tidak melaporkan,” ujarnya.

Lanjut Abd Malik, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat pasalnya mengakui adanya peningkatan dan perkembangan UKM di Sulsel saat ini cukup positif. Hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan wirausahabaru yang berkreasi dan terus berinovasi.

“Tahun 2017 kemarin pertumbuhan ekonomi Sulsel capai 7,23 persen dan kita tertinggi kedua di Indonesia,” tutur Abd Malik Faisal.

Ia menambahkan, program pemerintah pusat bakal di duplikasi di Sulsel, kendati demikian pihaknya akan melakukan verifikasi sertifikat yang lebih mudah dulu seperti sertifikat halal.

“Kami coba duplikasi tapi bukan ISOnya dlu, kami coba pelan-pelan seperti Sertifikat halal kemudia BPOM karena banyak sertifikasi,” jelasnya. (*)


div>