KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Kementerian UMKM dan Koperasi Latih Mahasiswa Jadi Pengusaha

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Nunu

Jumat , 09 Maret 2018 12:47
Kementerian UMKM dan Koperasi Latih Mahasiswa Jadi Pengusaha

Kementerian dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Prov Sulsel foto bersama peserta pelatihan Vocational Bagi Kelompok Strategis Di Hotel Aerotoel Smile.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM -Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI menggandeng Dinas Koperasi dan UKM RI Provinsi Sulsel memberikan pelatihan kepada 80 pengusaha yang masih berstatus Mahasiswa di 4 Perguruan Tinggi di Kota Makassar.
Dari 80 mahasiswa ini merupakan hasil selekasi tahap pertama dari 150 mahasiswa calon wirausaha yang telah mengikuti Kegiatan Pemasyarakatan Kewirausahaan dengan Tema Gerakan Mahasiswa Pengusaha (GMP).
Diklat Kewirausahaan ini merupakan tahapan kedua yang diikuti oleh para calon Wirausaha Kampus berlangsung selama 3 hari dari tanggal 8 hingga 10 Maret di Aerotel smile Hotel Makassar.
Pada tahapan selanjutnya pihak Kementerian  Koperasi dan UKM RI bersama tim independen dan pihak Dinas akan melakukan seleksi untuk mencari 20 peserta pelatihan yang memiliki Usaha  Produktif  dan konsisten, dan akan memberikan stimulus bagi starup dalam  penguatan modal maksimal Rp 13 Juta.
Kepala Sub Bidang Fasilitasi Sertifikasi SDM UMKM, Eny Priatianingsih mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM  merupakan pertama kalinya, hal ini karena ingin mengembangkan pegusaha-pengusaha yang masih mahasiswa bisa terus solid berkembang.
“Tujuannya ini untuk memberikan pengatahuan dan pemahaman tentang bisnis, termasuk bisnis ecommerce, kepada pelaku ukm utamanya mahasiswa calon wirausaha yang sudah diseleksi dimana sebelumnya melakukan usaha konvensional sehingga bisa mempublikasikan usahanya secara online,” jelas Eny, Jumat (9/3)
Ia mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini bisa membantu tidak hanya bagaimana cara mempublikasikan secara online tapi juga bisa bersaing secara global sehingga pertumbuhan ekonomi di daerah pelaku usaha bisa meningkat.
“Kita ada 9 Titik yang dilaksanakan diseluruh Indonesia, termasuk Provinsi Sulsel,” singkatnya
Kesembilan Provinsi tersebut kata Eny, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan.
“Untuk tindak lanjutnya, kita serahkan ke Dinas Provinsi, kami hanya sebagai fasilitator untuk pengembangan usaha,” kata Eny
Sementara itu, Kepala Balai Diklat Koperasi Dinas  Koperasi dan UKM  Prov Sulsel, Abdul Aziz Bennu mengatakan bahwa pelatihan kewirausahaan yang dimana Kementerian dan Dinas UMKM dan Koperasi Provinsi Sulsel bekerjasama dalam meningkatkan kualitas pengusaha khususnya di kalangan mahasiswa
“Ini menarik karena relevan dengan program Pemerintah Provinsi sulsel  yaitu penciptaan wirausaha baru berbasis desa dan kelurahan dimana pemprov mendorong anak muda menjadi Wirausaha yang kreatif produktif dan berdaya saing, ujar Abdul Azis Bennu
Kegiatan ini Lanjut Abdul Aziz Bennu, diikuti oleh 4 Kampus seperti STIE Amkop, UMI, Unismuh dan Stie Nobel dimana UMI dan Unismuh yang terbanyak mengutus mahasiswannya yakni 40 orang sementara Stie Nobel dan Stie Amkop sebanyak 35 orang
“4 Perguruan Tinggi ini telah MoU dengan Menter Koperasi dan UKM  RI di Bali dan bersamaan itu di Makassar melaksanakan pemasyarakatan dan kewirausahaan kepada 150 mahasiswa dari 4 perguruan tinggi ini,” beber Abdul Aziz Bennu
Pada kesempatan tersebut, Kata Abdul Aziz Bennu, pihaknya menyeleksi 150 orang, untuk masuk ke 80 orang, yang kemudian diseleksi lagi untuk mendapatkan 20 orang terbaik untuk mendapatkan bantuan Dana dari Kementerian.
“Kita menyeleksi untuk melihat siapa anak mahasiswa yang memiliki usaha paling produktif kreatif, nah 80 orang dari 150 yang diseleksi kita beri latihan selama 3 hari,” jelas Abdul Aziz Bennu
“Kita beri penguatan tentang kewirausahaan, koperasi, Pemasaran dan paling penting tentang E-Commerece, dan terakhir Bisnis Plan yang akan disetorkan ke Kementerian,” tambahnya
Ia mengatakan bahwa kebanyakan dari peserta memanfaatkan sumber daya alam untuk dijadikan produk kreatif, selain itu manfaatnya untuk pemprov menggalakkan pengusaha muda di Sulsel.

div>