SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kemiskinan di Sidrap Terendah di Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 21 April 2016 19:02

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Dalam rapat penyusunan statistik daerah dan kabupaten Sidrap dalam angka 2016, digelar di Cafe Rainbow, Pangkajene Sidrap, Rabu (20/4), terungkap bahwa angka kemiskinan Kabupaten Sidrap untuk tahun 2014, menempati peringkat terendah di Sulsel.

Rapat ini diikuti Kepala Satuan Perangkat Daerah Kabupaten Sidrap.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap, Misbahuddin menyebut, untuk angka kemiskinan tahun 2014 lalu, Sidrap berada di posisi paling rendah di seluruh kabupaten di Sulsel. Bahkan, kata Misbahuddin, untuk tingkat Propinsi di Pulau Sulawesi, Kabupaten Sidrap juga berada di peringkat kedua terendah. Hanya ada Mamuju Utara di bawahnya.

Jumlah masyarakat miskin di daerah penghasil padi ini terus tergerus sejak beberapa tahun terakhir. Data Statistik tahun 2014, tingkat kemiskinan Kabupaten Sidrap mencapai 5,82 persen. Di posisi terendah ke dua ditempati Lutim 7,6 persen dan Wajo 7,7 persen. Bahkan, 60 persen masyarakat Sidrap, disebutkan tergolong menengah ke atas. Urutan terakhir dengan tingkat kemiskinan tertinggi diduduki Kabupaten Jeneponto dan Pangkep.

Rapat percepatan penyusunan statistik daerah dan statistik kabupaten Sidrap ini, juga bertujuan untuk menghitung lebih awal pertumbuhan ekonomi serta untuk mempublikasikan keadaan Sidrap saat ini.

Menurut Misbahuddin, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap cukup stabil. Bahkan tak jarang mencapai angka 7-10 persen. Angka ini, berhasil melampaui dua kota di Sulsel yakni Kota Palopo dan Parepare.

Misbahuddin bahkan mengaku, penyumbang terbesar untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sidrap, datang dari sektor pertanian.

Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sidrap memang menargetkan pendapatan PDRB perkapita penduduk, mencapai Rp30 juta sesuai dengan RPJMD.  Namun target tersebut, sudah dicapai pada tahun 2015 kemarin. Atau dicapai 3 tahun lebih cepat dari target.

“Terus terang, kita juga kaget dengan angka-angka ini. Terutama IPM yang naik peringkat sejak tahun 2012 hingga 2014 yang sekarang sudah diperingkat 7 Sulsel. Padahal, naik tiap tahun itu susah loh,” katanya.


div>