• Sabtu, 25 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Kena Pungutan, Mahasiswa Adukan Camat Lilirilau Soppeng ke DPRD

Sabtu , 11 Mei 2013 15:49
Total Pembaca : 327 Views

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Sekelompok elemen mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS) koordinator perguran tinggi Puangrimaggalatung Sengkang mendatangi DPRD Soppeng, Jumat (10/5) kemarin. Mereka mempertanyakan retribusi penggunaan gedung pertemuan dan aula kantor camat Lilirilau.

Dalam aksi itu, mereka diterima Ketua Komisi I DPRD Soppeng Andi Wadeng  dan anggotanya, Ir.H.Suparman

Ketua Umum IMPS Kooperti Prima, Mulawarman mempertanyakan pemungutan sewa penggunaan aset tersebut. Pasalnya,  pada saat pelaksanaan acara latihan Dasar kepemimpinan (LDK) yang diadakan di kantor Camat itu,  dipungut biaya sewa gedung pertemuan padahal menurutnya aula kantor kecamatan itu tidak di persewakan. Karena itu ia mensinyalir ada praktek bisnis dalam pemanfaatan sewa gedung itu.

“Pemanfaatan dan penyewaan ruang aula kecamatan Lilirilau sarat aroma bisnis. Sebab penarikan sewa aset itu tidak diatur dalam perda,”kata Mulawarman

Pengurus IMPS yang lain, Andriadi menambahkan pemanfaatan dan sewa gedung itu harus diperjelas, agar bisa menjadi salah satu pundi-pundi PAD Soppeng. Sekaligus tidak menjadi penghasilan tambahan oknum tertentu.

Andi Wadeng yang juga legislator Partai Amanat Nasional ini mengatakan, dalam peraturan retribusi, intinya jangan mengurangi makna yang terkandung di dalamnya setidaknya Camat Lilirilau harus peka terhadap keinginan pengguna gedung tersebut dan mungkin bisa dikomunikasikan sepanjang tidak melanggar Perda

Staf Kecamatan Lilirilau, A Amir yang juga merupakan pengelola gedung mengatakan pihaknya tidak mempersewakan aula kantor. Tapi uang yang diberikan pihak yang menggunakan ruangan tersebut merupakan tips bagi petugas kebersihan.

“Kami tidak pernah mempersewakan aula kantor kecamatan. Tapi itu merupakan tips bagi petugas kebersihan dan besarnya pun sesuai kerelaan pihak yang menggunakan gedung,”kata A Amir.


Penulis: Rachmat
Editor: Azis Kuba