SENIN , 28 MEI 2018

Kenaikan Tarif PDAM Tak Wajar, Warga Gelar Aksi Jalan Kaki

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 09 Mei 2017 11:42
Kenaikan Tarif PDAM Tak Wajar, Warga Gelar Aksi Jalan Kaki

Warga ikut bergabung bersama AMBM menuntut dibatalkannya kenaikan tarif PDAM Tirta Taman, Bontang.(*)

RAKYATSULSEL.COM – Aksi Aliansi Masyarakat Bontang Menggugat (AMBM) mendapat perhatian serius warga. Ada yang menyewa bus, bahkan berjalan kaki demi mengikuti aksi.

Seperti yang dilakukan Kasriyah. Dia mengaku tinggal di Telihan, Bontang. Jaraknya sekira dua kilometer dari Kantor PDAM Tirta Taman, di Jalan Bhayangkara. “Saya baru bayar air. Kenaikannya sangat tinggi. Biasa bayar Rp 150 ribu, tiba-tiba sampai Rp 400 ribu,” katanya dengan nada ketus.

Dia takut kenaikan ini berdampak pada kenaikan harga. Terlebih, Ramadan sudah dekat. Saat ini, sebutnya, beberapa komoditas sudah ikut naik. “Kalau seperti ini terus, kasihan kami warga kecil. Belum lagi listrik juga naik,” tuturnya.

Sementara, Suriyani mengaku, ikut aksi ini karena tidak ingin pengeluaran semakin besar. Sambil menggendong anaknya, wajahnya serius memerhatikan massa yang berorasi. Sesekali, ibu muda itu menganggukkan kepala, tanda setuju dengan apa yang disampaikan orator.

“Saya belum bayar air, tapi jika mendengar tetangga yang sudah membayar, saya perkirakan bisa sampai Rp 400 ribu. Karena biasa pakai sampai 40 kubik,” ungkapnya.

Kepada pemerintah, dia meminta kenaikan ini setidaknya ditunda sampai perekonomian membaik. Jika harus naik, tidak sebesar saat ini. Dari Rp 3.200 per kubik menjadi Rp 5.400 per kubik pertama hingga 10 kubik dan Rp 7.800 untuk 11 kubik berikutnya. “Itu sangat memberatkan. Harus dibatalkan,” sesalnya.

Penanggung jawab AMBM Muhammad Muqrim menuturkan, mereka akan menurunkan massa lebih banyak lagi jika Pemkot Bontang tidak membatalkan kenaikan tarif. Dia mengancam akan menduduki Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. “Hari ini (kemarin, Red), kami membatasi massa karena permintaan kepolisian, tapi besok (hari ini, Red) akan lebih banyak massa yang turun,” tegasnya.


div>