SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Kendarai Motor Trail, Hatta Kunjungi Warga Tompobulu

Reporter:

Muhammad Iqbal

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 September 2018 14:31
Kendarai Motor Trail, Hatta Kunjungi Warga Tompobulu

Bupati Maros, HM Hatta Rahman melakukan kunjungan ke Kecamatan Tompobulu. Kunjungan tersebut untuk melihat kendala pertanian yang dihadapi masyarakat.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Maros, HM Hatta Rahman melakukan kunjungan ke Kecamatan Tompobulu. Kunjungan tersebut dilakukan dibeberapa desa di kecamatan Tompobulu selama satu hari penuh, Kamis (06/09) kemarin.

Dalam kunjungannya dengan menggunakan Motor Trail tersebut, Hatta bersama rombongan turun langsung dan menggelar dialog dengan warga setempat. Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Hatta juga berbagi bibit kol yang bisa dimanfaatkan warga Tompobulu untuk bertani sayur Kol.

“Kol ini tentunya sangat bagus, karena tidak terlalu membutuhkan air yang banyak, hanya cuaca harus selalu sejuk. Di Tompobulu ini khususnya tiga desa yakni desa Bonto Somba, desa Bonto Manurung dan Desa Bonto Matinggi daerahnya sangat sejuk jadi kita harap masyarakat tidak hanya menanami sawahnya dengan padi tapi ada alternatif lain, seperti sayur Kol ini,” ujar Hatta, Jum’at (7/9).

Tidak hanya bagi-bagi bibit, Hatta juga menunjukkan langsung hasil dari pembibitan kol yang dilakukannya sendiri di kebun pribadinya.

“Sebagai bukti bahwa Kol di Maros itu ternyata bisa tumbuh, makanya saya bawa kol yang saya tanam sendiri di kebun saya,” terangnya.

Hatta mengatakan, mayoritas masyarakat Tompobulu hanya memanfaatkan sawahnya dengan menanam padi. Sehingga setelah musim kemarau tiba maka masyarakat yang menganggur karena sawahnya tidak bisa dialiri air bisa beralih bertani kol.

“Ini merupakan salah satu alternatif solusi yang kita berikan untuk masyarakat Tompobulu, di mana sawah tidak hanya dimanfaatkan untuk menanam padi tapi bisa yang lain juga seperti jagung, termasuk kol karena kol tidak butuh air banyak seperti padi,” jelasnya.

Solusi lain lanjut Hatta, pihaknya meminta ke para kepala desa di Tompobulu untuk mengidentifikasi mata air di desa masing-masing. Hal ini dilakukan untuk melihat sebanyak apa mata air di Tompobulu dan untuk membuat penampungan air sehingga saat kemarau tiba masyarakat tidak kekurangan air untuk sawahnya.

“Cadangan air di Tompobulu sangat banyak karena hutannya luas hanya saja tidak tersimpan sehingga saat kemarau sawah juga mengering karena kondisi kontur persawahan lebih tinggi dari sungai,” tandasnya. (*)


Tag
  • Bupati Maros
  •  
    div>