Kentut dan Jalan Surga

“Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya.” Al Hadits.

Kembali ke surga tak melulu yang berat-berat. Yang ringan juga banyak. Bahkan jalannya dihampar. Apakah ini berarti mudah ? Iya. Kenapa ? Karena memang kita asalnya dari surga. Kita penghuni surga. Kecuali mereka yang tidak mau kembali, yang terlanjur nikmat dengan kesenangan yang menipu.

Ini tentang kentut. Dalam sebuah cerita sufi. Seorang guru mengaji yang tidak mendapatkan siksa kubur dan dijaminmasuk sorga hanya gara–gara kentut muridnya. Wow, kentut berwujud jalan surga.

Syahdan, Seorang guru mengaji sedang mengajar al-Qur’an. Pola yang dipakai adalah setiap murid maju satu persatu ke dekatnya, lalu membaca al-Qur’an dan sang guru memperbaiki, menanyakan arti dansegala macamnya. Pada suatu ketika, tiba giliran seorang muridperempuan. Setelah duduk di dekat sang guru, muridperempuan tadi kentut tanpa sengaja. Merahlah mukanya karena membayangkan sang guru akan marah, lalu murid-murid lain akan menertawainya. “Nasib…ya nasib.” Begitulahrintihan dalam hatinya.

Untunglah murid-murid yang lain sedang membaca al-Qur’an sendiri-sendiri sebagai persiapan untuk menghadapsang guru. Jadi, tidak ada satu murid pun yang mendengarsuara kentut murid perempuan tadi. Bagaimana dengan sangguru? Untuk menghormati sang murid perempuannya, sangguru pura-pura tidak mengetahui bahwa murid perempuannyatelah kentut. Ia hanya berkata “Kalau bersuara tolongditinggikan suaranya ya…soalnya murid-murid yang lain sedangtadarrus”. Jadi agak bising sedikit.”Ujar sang guru.

Hati Si murid perempuan tadi menjadi tenang. Ternyata,sang guru dan murid-murid lainnya

tidak mengetahui bahwaia sudah kentut. “Saya sekarang akan membaca surah Al Waqi’ah, ayat 20,” Ungkap Si murid dengan tenang. ‘’Silahkananak yang pintar dan baik hati,” ujar Sang guru menenangkanhati murid perempuannya.

Keesokan harinya, sang guru meninggal dunia. Seorang ulama besar memimpikannya. Dalam mimpi itu dikatakanlah bahwa Malaikat Munkar-Nakir sebenarnya berhak untuk memberikan siksaan kepada sang guru mengaji itu, karenasering kali kalau ada seorang murid telat membayar iuran Iamasih ngerundel ( kurang ikhlas ) dan akibat dosa-dosa kecillainnya.

Namun Malaikat Munkar-Nakir tidak dapatmenyiksanya karena dihalangi oleh Roh-roh kaum perempuanbaik yang telah meninggal.” Hai Malaikat Munkar dan Nakir, Sang guru ini telah menyelamatkan martabat seorang muridperempuan. Oleh karena itu layak mendapatkan kebahagiaan

di kubur dan kelak di surga.

Demikian pernyataan sikap yang disampaikan roh-roh perempuan yang baik dan telah meninggal dunia itu.(Kisah ini dikutip dari Buku Kiamat itu Indahkarangan Ber-Zuber).

“Dan Allah selalu menolong Hambanya selamahambanya itu menolong saudaranya yang lain” Hadits Qudsi. (*)