SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kepala BPPT Minta Jeneponto Ikut Kurangi Beban Impor Beras

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 22 Januari 2016 15:05

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI melaksanakan Rombongan Kunjugan Kerja ke Kabupaten Jeneponto, Jumat (22/1). Kunker tersebut dalam rangka penguatan kerja sama antara BPPT dengan Pemkab Jeneponto.

Rombongan yang dipimpin kepala BBPT, Dr uggul Priyatno, disambut oleh Bupati jeneponto H Iksan Iskandar dengan pengalungan sarung sutra dan adat Angngaru. Hadir dalam penyambutan tersebut, Wabup H Mulyadi Mustamu, Ketua DPRD Jeneponto Muh Kasmin Makkamula, Kepala Bappeda kab jeneponto H Nuralam Basir dan para pimpinan SKPD di ruang Kalabbirang Rujab Bupati Jeneponto.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Nuralam Basir mengatakan bahwa pada Oktober 2015 lalu di Jakarta, telah ditandatangani MoU dengan Kepala BPPT mengenai perjanjian Kerjasama antara pimpinan SKPD dengan deputi direktur terkait di BPPT yang diharapkan dapat ‎meghasilkan Rancangan berbagai kegiatan.

Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah:
1.Di bidang Pengembangan Teknologi informatika akan disusun bersama masterplan elektronik goverment (e-gov)

2. Di bidang pertanian akan dikembangkan Budidaya ‎tanaman jagung, misalnya penerapan teknologi mengubah jagung menjadi bulir beras serta beberapa pengembangan pangan lokal berbasis jagung dan ubi kayu

3. Di bidang Perikanan dengan Pembudidayaan ikan nila air asin/payau

4. Di bidang kelautan lewat pengembangan teknologi produksi garam dan rumput laut

5. Di bidang kehutanan lewat pengadaan bibit unggul penghijauan

6. Di bidang UMKM melalui Pengembangan technopreneur serta kajian dan pelatihan UMKM

7. Di bidang sumber daya air melalui penerapan teknologi pemurnian. Air laut menjadi air tawar, dan beberapa bidang lain yang mempunyai potensi untuk dikembangkan Kedepan jelas Nuralam Basir

Sementara itu Bupati H Iksan Iskadar mengatakan bahwa Jeneponto sudah bertekad agar dapat terlepas dari posisi daerah ter[encil.

“Kita bertekad agar Jeneponto dapat keluar dari status daerah tertinggal daerah tertinggal atau 3 T yaitu Tertinggal, Terpiggirkan dan Terisolasikan. Makanya kami sangat mengharapkan perhatian lebih dari BPPT,” kata Iksan Iskandar.

Dia menambahkan bahwa Jenepoto mempunyai potensi tiga dimensi yaitu pegunungan yang ‎menghasilkan sayur mayur yang memasok kebutuhan bukan saja ke Makassar tapi juga menyuplai ke Kalimantan. Selain itu masih ada komoditi kopi dan coklat.

Di dataran rendah, ada jagug kuning, ubi kayu dan padi. Iksan mengatakan, Jeneponto hanya kalah branding dengan Gorontalo dalam hal komoditi jagung, karena produksi jagung di daerah ini juga tinggi.

Sementara untuk kawasan pesisir yang mempunyai garis pantai sepanjang 114 km, tidak hanya menghasilkan ikan, tetapi juga garam dan pasir besi. Namun hingga saat ini, semua produk yang dihasilkan di Jeneponto, masih dikelola secara tradisional.

Mendengar hal tersebut, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, untuk kelanjutan MOU dengan Jeneponto, dirinya dan bupati Jeneponto punya banyak hal yang dapat dikerjasamakan.

Dikatakan bahwa bidang pertanian harus ditingkatkan terutama beras karena karena Sulsel sudah swasembada beras termasuk di Jeneponto, dengan target untuk mengurangi impor beras.

“Maka perlu ditiru masyarakat maju seperti Jepang, Korea makanan beras dikurangi tetapi pola makan non beras untuk mengurangi beban impor Indonesia, katanya.


Tag
  • jeneponto
  •  
    div>