SENIN , 25 JUNI 2018

Kepala BSN Beri Kuliah Umum di STIE AMKOP Makassar

Reporter:

Nhera

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Februari 2018 21:30
Kepala BSN Beri Kuliah Umum di STIE AMKOP Makassar

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, memberikan kuliah umum standardisasi dan penilaian kesesuaian disalah satu perguruan tinggi swasta di Makassar yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar, Selasa (6/2). Foto: Nhera/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, memberikan kuliah umum standardisasi dan penilaian kesesuaian disalah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar, Selasa (6/2).

Bambang Prasetya dalam kuliahnya mengatakan, BSN mendorong perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan peningkatan kompetensi dibidang standarisasi dan penilaian kesesuaian kepada dosen dan mahasiswa di Sulsel.

“Jika pendidikan standardisasi berbeda dengan standardisasi pendidikan. Pendidikan standarisasi merupakan upaya untuk memberikan pengetahun dan ilmu terkait dengan standarisasi dan penerapannya, sehingga diharapkan mahasiswa Yang akan memasuki dunia kerja memahami dan mampu menerapkan standar,” ungkapnya.

Bambang memaparkan tentang perlunya pendidikan standarisasi di peguruan tinggi karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompetem dibidangnya yang berpotensi untuk berkontribusi dalam dunia standar.

“Perguruan tinggi juga sebagai sumber ilmu pengetahuan yang mampu menguasai teknologi, pasar dan lingkungan kebijakan dengan cepat. Diperguruan tinggi banyak sekalj tenaga ahli yang biasa dimaksimalkan untuk berkontribusi dalam pengembanhan standar,” jelasnya.

Sementara, BSN membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi terkait standardisasi untuk menjadi kepanjangan tangan di daerah. Mengigant luas wilayah Indonesia , peran dosen sebagai tenaga ahli sangat diperlukan, baik sebagai pakar keilmuan maUpun perannya dalam menyampaikan ilmu standardisasi kepada para mahasiswanya.

“BSN membutuhkan banyak tenaga ahli untuk SNI ISO/IEC 17025 tentang persyaratan pengujian laboratorium, SNI ISO 14000 tentang sistem manajamen lingkungan, SNI ISO 37001 tentang Sistem menajalemen anti penyuapan dan SNI ISO 22000 tentang standar sistem manajemem keamanan pangan untuk menjadi instruktur atau narasumber,” Tutupnya (*).


div>