Kepala FBI Tepis Tuduhan Trump Soal Penyadapan Obama

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama. foto: afp

JAKARTA – Kepala Biro Investigasi Amerika Serikat atau yang dikenal dengan FBI (Federal Beaurau Investigation) James Comey menepis tudingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuduh mantan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama telah menyadap ponsel pribadinya.

Sebagaimana dikutip dari media BBC beberapa saat lalu, Senin (6/3), semua media AS telah mengkonfirmasi tepisan yang disampaikan kepala lembaga yang bertugas melakukan penyelidikan kejahatan dan melindungi kemanan domestik negeri Paman Sam itu.

Comey pun meminta Departemen Kehakiman AS untuk menolak tuduhan presiden Trump yang menyebut Obama memerintahkan penyadapan selama kampanye pemilu tahun lalu.

Sebelumnya, Trump berkicau lewat akun Twitter pribadinya “Mengerikan! Baru saja ditemukan bahwa Obama melakukan penyadapan terhadap saya di Trump Tower sebelum kemenangan saya (di pemilihan presiden). Tak ada yang mereka temukan (dalam penyadapan itu). Ini adalah McCarthyisme!”

Tidak jelas mengapa Trump membandingkan dirinya dengan kaum kiri para korban aksi Joe McCarthy dan Trump tidak pula memberikan detail atau bukti yang mendukung tudingannya

Istilah ‘McCarthyism’ yang diucap Trump merujuk pada praktik upaya anti-komunis Senator AS dari Partai Republik Joseph McCarthy dari Wisconsin pada periode 1950 hingga 1954.

Sejumlah orang yang tertuduh terkait Partai Komunis masuk daftar hitam bahkan kehilangan pekerjaan, meski tak ada bukti keterlibatan mereka. Istilah ini mulai digunakan secara umum untuk menyebut tuduhan sembrono tanpa dasar pada saingan politik.

[NEXT-RASUL]

Donald Trump kemudian melontarkan tuduhannya di Twitter. “Apakah legal bagi presiden yang masih menjabat untuk ‘menyadap’ capres sebelum pilpres?”

Trump juga menyamakan apa yang dia tuding dilakukan Obama seperti Watergate. Trump lebih lanjut menuding Obama orang yang ‘jahat atau sakit’. (rmol)