SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Kepala SMAN 21 Minta Maaf kepada Walikota Makassar

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 05 Maret 2017 21:13
Kepala SMAN 21 Minta Maaf kepada Walikota Makassar

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang kini menjerat sejumlah kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Makassar, pada penerimaan siswa baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2016 lalu, terus bergulir.

Bahkan, sempat berkembang para kepala sejumlah SMAN di Makaasar itu, melakukan pungutan karena adanya Surat Keputusan (SK) yang katanya dikeluarkan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Namun, hal itu kemudian dibantah langsung dengan tegas para kepala sekolah bersangkutan.

Kepala SMAN 21 Makassar, Armin Amri, Minggu (5/3), mengakui, tidak pernah menyebut nama Walikota Makassar pada kasus yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri Makassar ini.

Armin bahkan secara pribadi meminta maaf kepada Walikota Makassar jika dalam pemberitaan di sejumlah media terkait pungli penerimaan siswa baru itu menyebutkan nama Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

“Bismillahirrahmanirrahim, yang saya hormati Bapak Walikota Makassar, saya Armin Amri, Kepala SMAN 21 Makassar, memohon maaf kepada Bapak Walikota atas mungkin tulisan yang muncul di media massa hari kemarin, dari lubuk hati yang dalam tidak pernah terbesit dalam hati saya menyakiti hati Pak Wali. Sesungguhnya, saya hanya menyampaikan bahwa penerimaan PPDB di SMAN 21 Makassar hanya mengacu pada permohonan surat komite, sehingga itu tindak lanjut bagi SMA 21 Makassar untuk melakukan penerimaan siswa offline,” terangnya.

“Sehingga demikian permohonan maaf ini saya sampaikan Pak Wali, bahwa apa yang diberitakan di media massa itu tidak demikian. Dari lubuk hati yang paling dalam saya sampaikan permohonan maaf,” tambahnya. (***)


div>