RABU , 21 NOVEMBER 2018

Kepala SMAN 5 Bantah Kantongi SK Walikota Makassar

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 05 Maret 2017 21:36
Kepala SMAN 5 Bantah Kantongi SK Walikota Makassar

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala SMAN 5 Makassar, Muhammad Yusran, yang diduga terlibat dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) pada penerimaan siswa baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru 2016 lalu, dengan tegas membantah melakukan aksi itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Makassar.

Yusran mengakui, ia sama sekali tidak pernah menyebut nama Walikota Makassar pada kasus yang tengah menjeratnya.

Kasus ini sendiri terus dikembangkan dan diusut Kejaksaan Negeri Makassar.

“Demi Allah dan Rasulnya, saya tidak pernah menyebutkan kalau saya mengantongi SK dari walikota untuk pembukaan kelas tambahan, yang saya katakan menunggu SK dari Dinas Pendidikan Kota untuk pembukaan kelas tambahan. Itu saja yang saya katakan, tidak pernah katakan katongi SK dari walikota,” terangnya.

Yusran, Minggu (5/3), bahkan mengatakan, ia siap dikonfrontir dengan media yang memberitakan jika dia pernah mengatakan mengantongi SK Walikota Makassar.

“Statemen saya itu dipelintir dan saya siap dikonfrontir dengan media yang memberitakan jika saya pernah menyebutkan mengantongi SK Walikota,” tegasnya. (***)


div>