MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Kepengurusan Pertina Sulsel Versi Amirullah Abbas Dituding Ilegal

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 20 April 2016 22:44
Kepengurusan Pertina Sulsel Versi Amirullah Abbas Dituding Ilegal

SALAM KOMANDO. Ketua Pengprov Pertina Sulsel Ryan Latief salam komando dengan mantan petinju nasional yang juga calon Ketua Umum PP Pertina Brigjen Pol Johny Asadoma pada pertemuan dengan 25 Pengprov Pertina se-Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, akhir pekan lalu.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel di bawah pimpinan Amirullah Abbas, yang dilakukan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pertina Reza Ali di Makassar Marine (Hotel SAS), Rabu (20/4), mendapatkan tanggapan dari Ryan Latief.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel ini, menyebutkan, jika sesuai aturan organisasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Pertina tidak boleh ada pengukuhan pengurus baru. Jika tetap ada proses pelantikan pengurus di daerah, maka hal itu tidak sah atau ilegal. Apalagi, saat ini status kepengurusan Pertina Sulsel masih berjalan di Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI).

“Di Munas Pertina nanti, Pertina Sulsel masih sah dan diagendakan Pengprov Pertina se-Indonesia untuk merehabilitasi Pertina Sulsel dikembalikan kepada kepengurusan kami. Dalam aturan organisasi menjelang munas tidak boleh ada pengukuhan pengurus baru. Apalagi saat ini status Reza Ali masih tergugat di sidang BAORI,” terangnya.

Ryan menyebutkan, secara hukum legalitas Pertina Sulsel masih berada di bawah kepengurusannya. “Saya kasihan saja melihat masih ada yang tidak memahami regulasi organisasi AD ART,” tegasnya.

RL7, sapaan akrab Ryan Latief, menjelaskan Surat Keterangan (SK) Pertina tidak bisa terbit, sebab Ketua KONI Sulsel dalam hal ini Andi Darussalam Tabussalla belum menandatangani surat rekomendasi sebelum putusan sidang BAORI keluar. “Langkah Ketua KONI Sulsel sudah sangat tepat dan paham regulasi organisasi,” jelasnya.

Sementara, ketika dimintai komentarnya terkait sidang BAORI, Ryan menyebutkan, jika pada sidang Selasa (19/4), pihaknya melampirkan bukti-bukti gugatan. “Sementara, sidang Selasa depan menghadirkan saksi-saksi dari Pertina Sulsel. Insya Allah, kami memenangkan sidang ini. Apalagi, di Munas Pertina 23-24 April 2016 persoalan Pertina SulSel akan direhabilitasi oleh peserta munas sebagai putusan tertinggi di organisasi. Tentu kebenaran akan terbukti bukan pembenaran,” tegas Ryan. (***)


div>