SABTU , 15 DESEMBER 2018

Keponakan Setnov Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi e-KTP

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Maret 2018 10:45
Keponakan Setnov Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi e-KTP

Ilustrasi e-KTP (Dok. JawaPos.com)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Adapun pihak yang ditetapkan yakni Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Ihwal penetapan tersangka ini disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan Persada Jakarta Selatan, Rabu malam (28/2).

“Setelah melakukan penyelidikan dan mencermati fakta di persidangan tindak pidana korupsi e-KTP, yang telah disidangkan yaitu Irman, Sugiharto, Andi Narogong yang divonis bersalah, persidangan Setya Novant dan penyidikan tersangka Anang, KPK temukan bukti permulaan cukup, untuk menetapkan kembali dua orang sebagai tersangka,” ungkap Agus.

Infografis kasus e-KTP (Koko/JawaPos.com)

Irvanto Hendra Pambudi Cahyo adalah keponakan Setya Novanto, mantan Ketua DPR yang kini terjerat dalam kasus yang sama. Saat kasus ini bergulir, Irvanto menjabat Direktur PT Murakabi Sejahtera merangkap Ketua Konsorsium Murakabi. Sedangkan Made Oka ialah pemilik Delta Energy Pte Ltd. Saat kasus terjadi, made Oka masih menjabat sebagai komisaris di perusahaan perdagangan dan penerbitan PT Gunung Agung.

Diduga keduanya bersama-sama menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi. Sehingga mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Atas perbuatannya, keduanya disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, sebelum menetapkan Irvanto dan Made sebagai tersangka, sebelumnya KPK menetapkan Anang Sugiana Sudihardjo sebagai tersangka. KPK juga sudah menetapkan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto sebagai tersangka (divonis bersalah). Selain itu, KPK juga telah menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka (divonis bersalah) dan mantan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka (kini terdakwa/ menjalani proses persidangan).

Selain kelima orang tersebut, terkait perkara yang berkaitan, KPK juga menetapkan dua mantan Anggota DPR sebagai tersangka. Mereka antara lain Miryam S Haryani sebagai tersangka kasus pemberian keterangan tidak benar dan Markus Nari, tersangka kasus penghalang-halangan penyidikan terkait kasus e-KTP. Belakangan terkait kasus dugaan merintangi penyidikan dalam kasus e-KTP, KPK menetapkan mantan pengacara Novanto Fredrich Yunadi dan dan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka.

(ipp/JPC)


div>