SABTU , 20 OKTOBER 2018

Kepsek ini Bantah Siswinya Aborsi

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 19 April 2016 16:24

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Sekolah SMAN 1 Malua, Abdul Haris, membantah dan menolak adanya informasi dari penyidik kepolisan yang menyatakan bahwa salah seorang siswinya telah melakukan aborsi.  Menurut Abdul Haris, siswi yang ramai diberitakan koran maupun media online bukanlah siswinya melainkan siswi Madrasah Aliyah Swasta di Malua.

“Tidak ada siswi kami yang melakukan aborsi. Saya telah periksa dengan teliti di buku induk data siswa maupun alumni, tidak ada nama seperti nama yang dikabarkan aborsi itu,” terang Haris, Kepala sekolah bergelar S2 ini.

Sementara pihak penyidik Polres Enrekang yang dikonfirmasi ulang terkait bantahan dari pihak sekolah SMAN 1 Malua tersebut, pun bersikukuh tidak memberikan informasi yang salah kepada wartawan.

“Awalnya, saat pelaku yang juga korban diperiksa, dia mengaku sekolah di SMA 1 Malua. Ternyata dia berbohong,” jelas Kasat Reskrim AKP Agussalim yang didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Bripka M Arsyad, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/4).

Terpisah, Kepala Sekolah Madrasah Aliah Swasta (MAS) Malua, Risma mengaku tidak tahu apa-apa tentang adanya salah seorang siswinya yang telah melakukan aborsi. Siswi berinisial St – bukan Ast seperti yang diberitakan Rakyat Sulsel edisi 15 April lalu, awalnya merupakan pindahan dari salah satu SMK di Kabupaten Enrekang.

“Saya tidak tahu kalau ada siswi saya yang melakukan hal seperti itu,” ujar Risma.

Kasus aborsi yang dilakukan oleh St dan pacarnya Abr (29) seorang petani di awal bulan Februari lalu. Namun kasus ini sampai ke pihak kepolisian setelah pihak keluarga St melaporkan Arb yang tidak mau bertanggungjawab. Arb kini mendekam di sel tahanan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Tag
  • Siswi aborsi
  •  
    div>