SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Kepsek SMA 5 : Penambahan Kelas Instruksi dari Disdik Makassar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 05 Juni 2017 19:39
Kepsek SMA 5 : Penambahan Kelas Instruksi dari Disdik Makassar

PUNGUTAN LIAR SMA 5. Mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Makassar, Muhammad Yusran memberi keterangan kepada wartawan setelah menjalani sidang pemeriksaan saksi terkait dugaan pungutan liar, di Kejaksaan Negeri Makassar, Jl Amanagappa, beberapa waktu yang lalu. Foto: QUDRATULLAH/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) penerimaan siswa baru tahun 2016, yang menyeret Kepala Sekolah (Kapsek) SMA Negeri 5 Muh. Yusran sebagai terdakwa kembali bergulir dipersidangan Pengadilan Negeri Makassar, Senin (5/6) dengan materi sidang menghadirkan saksi untuk dimintai keterangan.

Muh Yusran yang ditemui pasca persidangan mengatakan bahwa saksi yang dihadirkan adalah satu satu orang tua siswa yang memberikan sumbangan dalam pembangunan sekolah.

“Saksi tadi memberikan komentar yang meringankan dan memang sesuai fakta yang ada, sebelumnya tidak ada perjanjian apapun kalau anak mereka lulus, orang tua siswa memberikan sejumlah uang dengan tanpa ada paksaan kalau anak mereka diberi kelulusan di SMA 5,” tambahnya

Dia menjelaskan, jika fakta sebenarnya memang dalam penerimaan siswa baru tahun 2016 lalu, pihak sekolah tidak memaksa saat memberikan dana tersebut, selain itu, kata dia, memang benar uang yang diterimanya itu sebagiannya digunakan untuk pembangunan insfratruktur sekolah.

“Lihatmi sendiri, datangki kesekolah kalau tidak ada perubahan dan saya bisa pertanggung jawabkan dana tersebut,” ujar Muh Yusran

Lanjut Yusran, penambahan kelas baru yang berjumlah 3 kelas bukan dari inisiatif pihaknya akan tetapi pada hasil rapat yang disepakati oleh Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar bersama jajarannya dan kepala sekolah tingkat SMA se-Kota Makassar.

“Tiga kelas itu terdiri dari 2 kelas smart yang berawal dari 18 program pemkot makassar dan 1 kelas umum yang semuanya berjumlah 36 siswa,” jelas Yusran.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Makassar melalui Kepala seksi tindak pidana khusus, Sri Surianti malotu mengaku dalam kasus pungli ini, Yusran selaku kepala sekolah dituding melakukan gratifikasi dan tidak melaporkan penerimaan uang tersebut pada pihak berwenang.

“Ini bukan tanpa dasar, kami punya alat bukti, olehnya biarkan nanti sidang mengungkap,” ucap Sri Surianti Malotu


div>