RABU , 14 NOVEMBER 2018

Keputusan Kontroversial Wasit

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 23 Agustus 2017 13:03
Keputusan Kontroversial Wasit

Ema Husaim Sofyan (Aktivis Perempuan)

Menyaksikan pertandingan sepak bola Liga I antara Persija Jakarta dengan PSM Makassar pada hari Selasa tanggal 15 Agustus 2017 yang lalu, dimana kedua kesebelasan silih berganti saling menyerang. Dan bagi saya yang kurang suka dengan sepak bola, merasa senang melihat pertandingan tersebut. Namun amatan saya selaku orang awam dalam dunia sepak bola, merasa wasit yang memimpin pertandingan tersebut tidak profesional.

Bukannya saya selaku warga Kota Makassar, kemudian merasa berpihak pada PSM dan cenderung subjektif, dengan beranggapan jika wasit yang memimpin pertandingan tersebut tidak layak dianggap adil, sebab gol dari pemain asing PSM Makassar asal Belanda Williem Jan PluimĀ  dianulir oleh wasit dengan anggapan Pluim menyentuh bola. Padahal, gol tersebut murni atau tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain PSM. Bahkan komentator pada TV yang menyiarkan secara langsung pertandingan tersebut, juga menganggap wasit melakukan kesalahan. Dan pertandingan pun berakhir imbang 2-2. Demikian halnya pada hukuman penalti. Hamka Hama mengenai bola yang membuat pemain Persija terjatuh sehingga tidak layak untuk diberi hadiah penalti.

Ternyata wasit tersebut adalah wasit asing asal negara Iran. Masing-masing adalah Bonyadifard Mooud yang ditunjuk sebagai wasit utama. Lalu asisten wasit 1 Alinezhadian Saeid dan asisten wasit 2 Mirzabeigi Ali, ternyata tidak ada jaminan jika wasit asing itu jauh lebih baik dari wasit lokal. Memang sejak awal, telah terjadi pro dan kontra terkait penggunaan jasa wasit asing.

Selaku manusia, biasa wajarlah kekeliruan dilakukan oleh wasit. Dan human eror juga terkadang terjadi pada pertandingan kelas dunia semisal Piala Eropa dan Piala Dunia. Pun wasit lokal masih dalam taraf yang dapat ditolelir kekeliruannya dalam memimpin pertandingan.

Alternatif dalam meminimalisir kekeliruan sang pengadil adalah teknologi Video Asistant Referee (VAR) atau video tayangan ulang, seperti yang telah diberlakukan pada Piala Konfederasi 2017. Sekalipun soal VAR ini, masih banyak perdebatan atau pro dan kontra penerapan VAR. Yang kontra beranggapan, seni dan keindahan sepak bola akan hilang.

Ternyata tidak semua pertandingan Liga 1 Indonesia dipimpin oleh wasit asing, dan hasilnya memuaskan. Hampir tidak ada protes yang berlebihan yang dilakukan oleh kesebelasan yang kalah dalam pertandingan. Sebab, menganggap sang pengadil telah berlaku adil.

Semoga sang pengadil di lapangan akan lebih professional dalam memimpin pertandingan lanjutan Liga 1, termasuk pertandingan pada Rabu 23 Agustus 2017 antara PSM Makassar melawan Perseru Serui di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar. Bravo sepak bola Indonesia. (*)


Tag
  • ema vox
  •  
    div>