JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Keren, Buku ‘Tobaine Mandar’ dan ‘Ketik Jemari’ Resmi di Rilis

Reporter:

Citizen Jurnalis: Azimah Nahl

Editor:

Iskanto

Jumat , 31 Agustus 2018 15:00
Keren, Buku ‘Tobaine Mandar’ dan ‘Ketik Jemari’ Resmi di Rilis

Foto bersama usai launching Buku 'Tobaine Mandar' dan 'Ketik Jemari' di Cafetaria 99 Pasar Segar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Cafeteria 99 Pasar Segar menjadi saksi sejarah peluncuran bukal.pTobaine Mandar’ dan ‘Ketik Jemari’ yang diadakan oleh penerbit MIB Indonesia. Antusiasme para fans terlihat sangat besar terbukti dengan ruangan peluncuran buku yang full.

Penulis buku Tobaine Mandar, Hamzah Durisa menyatakan bahwa proses pembuatan naskah buku hanya memakan waktu 2 hingga 3 bulan saja. Judul buku tersebut menurutnya sarat akan nilai-nilai budaya Mandar.

“Salah satu bentuk melestarikan Mandar itu sendiri, istilah-istilah dalam Mandar, bagian terkecil upaya melestarikan  nilai-nilai Mandar.” ungkap Hamzah mengenai judul bukunya.

“Pakar budaya  Mandar mengatakan bahwa kata ‘Tobaine’ pada huruf B sebenarnya  adalah huruf  W. Jika huruf W diapit oleh 2 huruf vokal akan  menjadi huruf  B. Tetapi meskipun hurufnya B tetap dibaca  W (towaine),” lanjutnya.

Selain Hamzah, para penulis antologi puisi Ketik Jemari merupakan santri Darul Aman Gombara Makassar angkatan ke 24. Terdiri dari 23 orang, dan mewakili sebagai pembicara pada saat launching buku. Mereka yakni Idham Fajri, Muhammad Thoriq dan  Reza Ahmada.

“Langkah awal untuk bisa menerbitkan, banyak orang yang paham tentang puisi tapi dia malu untuk menuliskan cuma dipendam, dan katanya santri itu terbelakang, kini hadir sebagai penulis,” tutur Muhammad Thoriq, alumni santri Darul Aman Gombara Makassar.

Ketika mendekati penamatan, santri putra mendapatkan tantangan dari Ketua Literasi Ponpes Darul Aman, Syahril yang mengatakan bahwa ada satu hal yang belum dimiliki santri putra. Dimana, belum pernah menerbitkan buku dan akhirnya semua orang berpikir untuk membuat puisi.

“Saya  terinspirasi oleh seorang sastrawan bernama Pramoedya Ananta Toer. Saya  terinspirasi dengan beliau dalam keterbatasan pengasingan.  Beliau  yang diasingkan bisa menulis dan membuat karya sebaik itu, masa saya yang merdeka tidak!,” ujar Idham Fajri dengan semangat yang membara.

Santri Darul Aman juga berpikir kalau yang dibaca adalah puisi karya sendiri. Ada nilai lebih daripada puisinya orang yang harus disebarluaskan.

“Ini buku sangat bermanfaat untuk kita, teman-teman menulis dari cita, rasa dan karsanya dia tuangkan dalam buku ini. Mungkin dalam percintaan ada mi cemburu, putus. baca ki buku ini langsung tersentuh hati ta. Beli ki ini murah ji 55 ribu,” ucap Reza Ahmada, salah satu penulis Ketik Jemari.

Dalam acara launching buku tersebut dihibur dengan acara grup Nasyid Dama Voice dari Pesantren Darul Aman Gombara Makassar. (*)


div>