RABU , 14 NOVEMBER 2018

Kereta Api Tahap I Rampung Oktober

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Februari 2018 13:34
Kereta Api Tahap I Rampung Oktober

REL KERETA API. Suasana pengerjaan jalur kereta api Trans Sulawesi di Pekkae, Barru, Sulsel, beberapa waktu lalu. Dok. RAKYATSULSEL

– Rancang Skenario Pengoperasian 44 Kilometer

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahap pertama proyek Kereta Api (KA) Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur Barru Kota – Palanro sepanjang 44 km, dipastikan rampung Oktober 2018 mendatang. Selanjutnya, KA itu akan mengarah ke wilayah Kabupaten Pangkep.

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid Batara, mengatakan, saat ini pihaknya telah siap dalam hal penyediaan lahan. Hanya saat ini, pihaknya menunggu kucuran anggaran dari pusat untuk pembayaran dan pembebasan lahannya.

“Kami sudah siap semuanya, tapi pembayaran belum. Tapi tim kami termasuk juga pihak kepolisian dan pihak pertanahan sudah siapkan semua, termasuk masyarakat. Alhamdulilah sudah siap semua,” kata Syamsuddin, Minggu (11/2) kemarin.

Syamsuddin mengaku menyiapkan lahan sepanjang 40,6 kilometer. “Tahun ini sekitar 40,6 km. Kalau misalnya uang sudah ada, maka masyarakat juga sudah siap dibayarkan karena sudah dilakukan sosialisasi sejak tahun lalu,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Ignasius Jonan, berencana mengoperasikan kereta api tahap pertama tersebut, sekaligus meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya siap saja apabila pemerintah pusat ingin melakukan pengoperasian. Menurutnya, sampai sekarang belum ada laporan hambatan dari pelaksana proyek.

“Itu saya anggap tidak ada berita, berarti masih bagus. Not news is a good news lah. Saya anggap tidak ada masalah, tentu itu akan dilakukan oleh unit kerja proyek dan itu ada pengawasannya, ada konsultannya. Sejauh ini saya belum mendapatkan laporan ada masalah,” ungkap Syahrul.

Ia menambahkan, dirinya tinggal melakukan kontrol terhadap anggaran APBN yang telah digelontorkan selama proses pengerjaan proyek itu.

“Yang harus saya kontrol adalah uang yang Rp 2 triliun menjadi hampir Rp 3 triliun itu, supaya dapat termanfaatkan dengan baik dan proyek kereta api bisa dipercepat,” pungkasnya. (*)


div>