SELASA , 23 OKTOBER 2018

Kerja Nyata menjadi Alasan Prof Andalan Tetap Raih Elektabilitas Tertinggi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 19 Juni 2018 10:45
Kerja Nyata menjadi Alasan Prof Andalan Tetap Raih Elektabilitas Tertinggi

Celebes Reseach Center (CRC) saat merilis hasil surveinya, Senin (18/6) kemarin. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tak pernah terjerat korupsi dan punya kerja nyata semasa memimpin Kabupaten Bantaeng menjadi modal utama Prof Nurdin Abdullah membangun Sulsel jika kelak terpilih jadi Gubernur di Propinsi Sulawesi Selatan.

Mayoritas masyarakat Sulsel memilih karena melihat track record pasangan calon. Kerja nyata Prof Nurdin Abdullah semasa memimpin Kabupaten Bantaeng membuat publik percaya kepada kandidat bernomor urut 3 ini.

Hal Itu terekam dalam survei yang dirilis Celebes Reseach Center (CRC) Senin (18/6) kemarin. Hasil survei tersebut terlihat bahwa track record dari kandidat menjadi poin utama yang menjadi alasan masyarakat menentukan pilihan.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa survei Prof Andalan selalu menempati posisi yang tertinggi dibanding kandidat lainnya. Tak pernah Korupsi dan wujud kerja nyata Prof Nurdin Abdullaj sebagai calon Gubernur menjadi bagian penting yang dilihat oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Prof Andalan Haeruddin Nurman menilai bahwa ini adalah kepercayaan, Track Recor Prof Andalan yaitu kerja nyata dan tak pernah terjerat korupsi menjadi alasan utama Prof Andalan dipilih oleh rakyat.

“Kerja Nyata Prof Nurdin Abdullah selama dua periode menjabat di Kabupaten Bantaeng menjadi poin utama penilaian masyarakat, selain itu Prof Nurdin juga tak pernah terjerat kasus korupsi. Jadi hal ini menjadi poin penting bagi kandidat kami unggul di survei dan memenangkan pilkada Sulsel yang sisa hitungan hari lagi,” ungkapnya.

Diketahui, survei yang dirilis CRC, elektabilitas Prof Andalan berada di Posisi Tertinggi 34,6 Persen, disusul NH-Azis 26,3 Persen dan IYL – Cakka sebanyak 21,4 persen. Sedangkan Agus – TBL 6,2 Persen sedang Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 11,5 Persen. (*)


div>