RABU , 18 JULI 2018

Kesadaran Pembayaran Zakat Masih Rendah

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 14:00
Kesadaran Pembayaran Zakat Masih Rendah

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kesadaran warga Kota Makassar untuk membayar zakat fitrah melalui Unit Pembayaran Zakat (UPZ), masih minim. Hal itu terlihat dari jumlah zakat yang dikumpul sepanjang tahun 2017 hanya sebesar Rp 2 miliar.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar, menyebut dari 300 UPZ dengan 1.000 Masjid pada tahun 2017 jumlah zakat fitrah yang dikumpulkan hanya berkisar Rp 2 miliar.

“Dari 300 UPZ, itu zakat fitrah yang diterimanya dan disalurkan tahun lalu itu jumlahnya hanya berkisar Rp 2 miliar, jumlah ini belum sesuai dengan potensi di Kota Makassar, padahal kalau melihat potensi sangat besar, nah ini yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat,” ucap Anis.

Lanjut Anis, zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim, untuk itu ketika seluruh warga Makassar mampu mengeluarkan zakat fitrahnya, bisa saja penerimaan dan penyaluran zakat fitrah mencapai Rp 10 miliar.

“Cuma menjadi pertanyaan apakah sudah terlaksana sebagaimana seharusnya,” tandasnya.

Olehnya itu, sambung Anis, agar jumlah zakat fitrah dapat ditingkatkan, warga Makassar dalam menyalurkan zakat fitrahnya bisa melalui UPZ yang telah mengantongi SK.

Disamping itu, juga perlu keterlibatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kota Makassar menyosialisasikan betapa pentingnya menyalurkan zakat fitrah melalui UPZ.

“ASN ini disamping untuk menjadi motivasi bagi dirinya juga bisa menjadi motivasi bagi orang lain. Karena bagaimanapun juga sebagai ASN dilingkungan tempat tinggalnya bisa memberikan informasi,” tandasnya.

Terkait Zakat Mal (Zakat Harta) menurut Anis, pada tahun 2017 mengalami peningkatan dua kali lipat dibanding pada tahun 2016, untuk itu pada tahun 2018 ini kembali mengalami peningkatan dari sebelumnya. “Zakat mal, Alhamdulilah tahun 2017 meningkat dibandingkan 2016,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Abd Kadir Masri, mengatakan pembayaran zakat di lingkup Pemkot Makassar selama ini masing-masing dikelola oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Sudah diberikan aturan dari Badan Amil Zakat (BAZ) apakah di potong langsung, ada juga secara langsung ke Baznas maupun individu yang memenuhi syarat, dan potongannya sebesar 2,5 persen setiap orang,” ucap Kadir. (*)


div>