SELASA , 23 OKTOBER 2018

Keseimbangan Hidup

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 06 Desember 2016 11:26
Keseimbangan Hidup

Prof Dr Darussalam Syamsuddin. MAg

Maraknya kehidupan keagamaan di kota-kota besar saat ini, boleh jadi hingga pada tingkat tertentu merupakan indikator bangkitnya kelas menengah santri dalam masyarakat. Dulu santri hanya dikenal bagi mereka yang belajar dan mondok di pesantren, sehingga lembaga pendidikannya disebut pondok pesantren. Kini banyak di antara santri yang telah menyelesaikan pendidikan memiliki kehidupan yang mapan, sukses dalam meniti karir dan memiliki pengaruh dalam masyarakat.

Demikian halnya dengan masyarakat muslim yang bermukim di kota-kota besar yang memiliki kemapanan ekonomi, mereka menginginkan tidak hanya terpenuhinya kebutuhan hidup dalam hal ekonomi, melainkan setiap aspek kehidupannya tidak terlepas dari tuntunan agama, Inilah yang dimaksud dengan masyarakat menengah santri. Orang awam dalam hal pemahaman agama pun sekarang ini merindukan nuansa religius dalam perjalanan kehidupannya. Lihat saja kegiatan tabliq akbar, zikir dan doa bersama, haji dan umrah bareng-bareng, bahkan sampai ke cara berpakaian.

Kini keadaan berubah, kaum santri secara perlahan merambah naik menjadi orang-orang profesional dan eksekutif di bidangnya masing-masing. Namun, mereka tak menyadari ada pemilahan pada diri mereka. Menjadi orang yang profesional dan eksekutif bagi mereka adalah tuntutan profesi dan urusan dunia. Sementara agama adalah urusan pribadi yang tidak bisa dicampur dengan profesi.

Menurut Emha Ainun Nadjib keterbagian seperti ini mencerminkan dua hal. Pertama, fasilitas dunia modern memang merupakan produk dari ideologi modernisme yang secara tegas memisahkan antara agama dan negara, profesi, ekonomi, dan sebagainya.

Kedua, karena taraf penghayatan dan aktualisasi nilai-nilai Islam para pelakunya memang masih belum bersifat kaffah (menyeluruh), belum integral dan belum konprehensif. Masih ada jarak yang jauh antara agama dan dunia bisnis, keduanya masih belum bergaul secara akrab.

Kesadaran beragama pada kelas menengah santri sedang menanjak naik, demikian pula halnya dengan orang awam yang semakin gandrung dengan suasana religius dan pendekatan diri kepada Tuhan. Di kalangan profesional dan para eksekutif dalam relasi mereka, seringkali ada pihak yang merasa tidak puas sehingga mungkin saja melampiaskan kekesalan dengan cara mengancam atau menteror. Namun, dalam tekanan seperti itu Sang profesional dan eksekutif itu melirik di satu sudut ruang kerjanya di sana terlihat sajadah yang terhampar, sejenak membawa ketentraman dan kedamaian di relung hatinya.

Pemandangan seperti ini sering kita temukan pada manajer atau direktur yang ruangan kerjanya dilengkapi dengan ruang salat, tempat wudhu dan simbol-simbol keagamaan seperti kaligrafi dan sebagainya dimaksudkan untuk memelihara rasa keberagamaan. Namun, tidak demikian keadaannya dengan para pekerja, karyawan, satpam dan clenning service. Jika dia seorang pimpinan perusahaan atau direktur, pertanyaan selanjutnya adalah dimana dan kapan para karyawan, satpam melaksanakan ibadah?.

Coba perhatikan dan amati, pembangunan hotel dan pusat-pusat perbelanjaan pada umumnya di desain dengan tidak mempertimbangkan tempat ibadah (mushalla) yang memadai bagi umat Islam dan ruang ibadah bagi lainnya.. Kalau ada, tempatnya kalau bukan di bawa tangga pasti di ruangan yang terpencil atau gudang yang tidak terpakai. Hal ini membuktikan bahwa tempat ibadah itu merupakan sesuatu yang tidak diperhitungkan oleh mereka yang mengatakan diri modern.

Dalam kajian tasawuf modern, mendekati Tuhan tidak selamanya identik dengan penderitaan, kesengsaraan, kumuh, dan menjauhi kehidupan dunia secara ekstrim. Anda boleh datang ke hotel berbintang, dengan menggunakan mobil mewah, membicarakan urusan dunia. Namun, anda tidak lupa bahwa semua itu sebagai rangkaian aktivitas mendekatkan diri pada Tuhan. Pagi hari kita meninggalkan rumah dengan aktivitas yang beraneka ragam, sore atau malam hari kita kembali. Berbahagialah mereka yang menjadikan seluruh aktivitasnya sebagai ladang amal saleh sebagai wujud keseimbangan dalam hidupnya. (*)


div>