SABTU , 23 JUNI 2018

Kesuksesan Muscab Hipmi Makassar Sebaiknya Jadi Contoh

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Februari 2018 21:21
Kesuksesan Muscab Hipmi Makassar Sebaiknya Jadi Contoh

Senior Hipmi Ir Rais Petta Paladang (kiri) salam komando dengan Muhammad Ikram Riswandi yang terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum BPC Hipmi Kota Makassar periode 2018-2021 pada Muscab XII BPC Hipmi Kota Makassar di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Senin (26/2) malam lalu. foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

Pemilihan Ketua Umum Secara Aklamasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terpilihnya Muhammad Ikram Riswandi terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Makassar periode 2018-2021 pada Musyawarah Cabang (Muscab) XII BPC Hipmi Kota Makassar di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Senin (26/2) malam, mendapatkan respon positif dari para senior Hipmi. Salah satunya dari Ir Rais Petta Paladang.

Direktur Utama PT Darma Agum Mandiri ini, Rabu (28/2), mengatakan, terpilihnya IAM, sapaan Muhammad Ikram Riswandi, secara aklamasi menunjukkan demokrasi di Hipmi Makassar berjalan dengan baik.

“Alhamdulillah, sistem dan pola pemilihan seperti ini yang kita harapkan bersama-sama. Selamat kepada saudara Ikram (Muhammad Ikram Riswandi), semoga kepengurusan nantinya berjalan baik dan lancar hingga akhir periode,” ungkapnya.

Petta, sapaan Rais Petta Paladang, bahkan mengharapkan pemilihan Hipmi pada tingkatan Badan Pengurus Daerah (BPD) Sulsel dan seluruh BPD se-Indonesia hingga Badan Pengurus Pusat (BPP) juga dapat berlangsung secara aklamasi. Bukannya, bersaing secara ngotot-ngototan yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakpuasan pada calon yang kalah dan merusak harmonisasi organisasi.

“Mari kita jadikan Muscab Hipmi Makassar ini, cerminan kesuksesan pemilihan-pemilihan Ketua Umum Hipmi di tempat lainnya. Ini bisa jadi pilot project. Tidak justru saling menjatuhkan sesama pengusaha,” harapnya.

Pada kesempatan ini, Petta juga mengharapkan Hipmi tidak terkontaminasi dengan politik. “Jangan sekali-kali membawa Hipmi ke arah politik. Biarkanlah Hipmi fokus menjalankan visi misinya sebagai organisasi kader. Terutama melahirkan pengusaha yang andal di tingkat lokal hingga nasional, sebab kita tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya,” terang Petta.

“Contohnya saja, Ketua Umum BPP Hipmi Bahlil Lahedalia. Beberapa waktu lalu saya pernah ke Papua, saat itu Bahlil masih pengusaha lokal dan pengurus biasa Hipmi di sana. Bayangkan hanya berselang beberapa tahun beliau kini sudah jadi Ketua Umum BPP Hipmi. Inilah aslinya Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha’,” tambahnya.

Petta sangat mengapresiasi program kerja yang disiapkan IAM. Salah satunya pemberdayaan anggota Hipmi Perguruan Tinggi (Hipmi PT). Namun, Petta mengusulkan agar anggota Hipmi PT terlebih dahulu difokuskan pada penambahan bekal menjadi pengusaha. Salah satunya dengan pola pemagangan.

“Hipmi PT sebaiknya magang dulu di kantor para senior Hipmi. Seperti belajar administrasi. Kalau di kontraktor belajar bagaimana membuat penawaran dan lainnya,” jelas Petta.

“Seperti pengalaman kebanyakan pengusaha senior Hipmi sebelumnya. Anaknya justru dimagangkang di perusahaan orang lain. Ini juga gunanya agar nanti anggota Hipmi PT ada kedekatan emosional dengan senior,” tambahnya. (***)


div>