Keterlibatan Rahim Makin Terkuak

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Peranan Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Rahim Bustam (RB) dalam kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) Pasar Pa’baeng-baeng semakin menguak. Keterlibatan Rahim terungkap dalam sidang yang mendudukkan terdakwa Kepala Pasar Pa’baeng-baeng bagian Timur Laisa Nanggong.

Kuasa hukum terdakwa, Laisa Nanggong, Aiswaryah Amin mengatakan bahwa beberapa persidangan yang telah dilalui dan menghadirkan saksi-saksi, memunculkan fakta bahwa nama Kepala PD Pasar Makassar Raya terlibat.

Aiswaryah mengaku bersyukur karena JPU menghadirkan saksi yang justru meringankan kliennya. Saksi tersebut memberikan fakta bahwa uang yang terkumpul atas perintah atasannya (PD Pasar) dan disebutkan oleh salah seorang sopir yang mengatakan ada pemberian amplop.

“Saya kira dalam kasus ini, klien kami (Laisa) hanya menjalankan perintah, apalagi dalam fakta persidangan memang sudah terungkap adanya desakan penyetoran uang dari collect collect agar disetorkan ke PD Pasar,” Aiswaryah Amin diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (19/6).

Sebelumnya dalam persidangan terungkap adanya keterlibatan pihak PD Pasar Makassar Raya. Berdasarkan keterangan seorang saksi, Risal dihadapan majelis hakim mengatakan bahwa dirinya melihat Kepala Unit Pasar Pa’baeng-baeng Timur, Laesa A Manggung, terdakwa yang ditetapkan dalam kasus ini memberikan uang kepada Rahim Bustam.

Pemberian uang itu kata Risal berlangsung sebanyak dua kali. “Salah satu tempatnya di depan pasar Pabaeng-baeng. Saya lihat kepala pasar memberikan uang di dalam amplop, jumlahnya saya tidak tahu,” ucap saksi di hadapan persidangan.

Risal mengatakan tak tahu persis jumlah uang yang diberikan terdakwa kepada Rahim, namun pemberian itu terjadi setelah penarikan uang pembayaran lods (pungli) dari sejumlah pedagang.

Risal juga mengungkapkan, selama menjabat sebagai Direktur PD Pasar, Rahim telah tiga kali membeli kendaraan roda empat atau mobil. (***)