RABU , 15 AGUSTUS 2018

Ketika Ketua Begal Bergulat Dengan Polisi, Begini Jadinya

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 04 Mei 2017 11:06
Ketika Ketua Begal Bergulat Dengan Polisi, Begini Jadinya

Anggota Polsek Batuaji menginterogasi Rahman Bunga Lolong alias Rampol pelaku begal di Jalan Marinacity, Tanjunguncang, Batuaji (DALIL HARAHAP/BATAM POS/JawaPos.com)

RAKYATSULSEL.COM – Menjadi seorang pemimpin di kelompok begal, Rahman Bunga Lolong alias Rampol tidak pernah mau menyerah ketika hendak ditangkap petugas.

Kendati sudah dikepung aparat saat dibekuk, Rampol masih saja berusaha untuk membela diri dan melawan petugas hingga terjadi pergulatan. Beruntung, petugas yang berjumlah lebih banyak dan sigap pada Rabu (3/5) malam itu, akhirnya pria 19 tahun itu tak berkutik.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko menuturkan, aksi teranyar dari Rampol yakni membegal Ibra dan Jefri, warga Jalan Raya Marina City, Batuaji, Batam.

“Sempat bergulat dengan anggota dia. Tapi alhamdulilah, anggota cukup sigap dan berhasil membekuknya,” ujar Kompol Sujoko, seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).

Sujoko menjelaskan, ketua kompolotan begal itu sudah sering kali dan membuat warga di Batuaji dan Sagulung jadi resah. Seperti halnya saat aksinya membegal Ibra dan Jefri. Ketika itu korban sedang berboncengan dengan sepeda motor hendak ke arah Marina dan dicegat Rampol dan tiga temannya.

“Mulanya mereka minta uang, namun kedua korban tak bawa uang, ponsel (Samsung) salah satu korban diambil kompolotan ini,” ujar Sujoko.

Saat di Polsek Batuaji, Rampol mengakui jika dia dan rekan-rekannya kerap memalak dan begal di wilayah Sagulung, Batuaji hingga Sekupang. “Sudah banyak pak. Saya tak ingat lagi (berapa banyak korban). Kami banyak pak. Bukan saya saja,” ujarnya.

Rampol mangaku kalau kelompok begal mereka itu dipimpinnya, namun dia mengelak jika semua aksi begal yang pernah dilakukan semua karena suruhannya. “Kadang saya hanya ikut-ikutan saja pak. Kami cukup banyak makanya siapa saja bisa ajak (untuk begal),” ujarnya.

Meskipun awalnya cukup bringas dan sempat melawan anggota polisi, namun saat diborgol dan dibawa ke sel tahanan Mapolsek Batuaji, Rampol menangis tersedu-sedu. “Ampun saya pak. Saya memang salah, tapi tolong pak jangan penjarakan saya,” tangisnya kepada anggota polisi.

Dengan tertangkapnya Rampol, polisi masih memburu rekannya yang selama ini sering beraksi serupa. “Kawan-kawannya masih kami buru. Ini masih panjang. Tapi kami akan selesaikan semuanya. Nama-nama kawan-kawannya sudah kami tahu dan mereka sedang kami buru,” ujar Sujoko.

Atas perbuatannya itu Rampol kembali diancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman penjara diatas lima tahun. (eja/iil/JPG)


Tag
  • BEGAL
  •  
    div>