KAMIS , 24 MEI 2018

Ketua Demokrat Gowa Dilaporkan Ke Polda

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 14 September 2012 10:13

RAKYAT SULSEL . GOWA – Ketua Demokrat Gowa, Andi Maddusila Andi Idjo, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), terkai kasus dugaan penipuan sertifikat tanah terhadap PT Bugis Sejahtera.

Menurut Budi Efendi selaku pelapor yang merupakan manager dari perusahaan tersebut, pihaknya pernah melakukan perjanjian kerja sama dengan Maddusila tentang jual-beli sebidang lahan seluas 5 hektare di Jalan Urip Sumoharjo, tepatnya di depan Kampus Universitas 45, Makassar.

Pada tahun 2011, disepakati harga tanah sebesar Rp 350 ribu per meter.Dia menuding, Maddusila melakukan penipuan dengan menjual sertifikat palsu. “Saya katakan palsu setelah melakukan pengecekan di Badan Pertanahan Nasional,” kata Budi di Gowa (13/9). Laporan ini diajukan ke Polda Sulselbar, Rabu lalu.

Sementara itu, Maddusila membantah pernah melakukan perjanjian akta jual-beli dengan pihak PT Bugis Sejahtera, apalagi memberikan sertifikat tanah palsu. Kendati demikian, dia mengaku pernah meminjam uang dari perusahaan tersebut sebanyak Rp 2,6 miliar untuk pengurusan di pengadilan. “Tetapi itu belum termasuk persetujuan beli lahan. Hanya untuk dipakai mengurus kasus lahan tersebut yang sampai saat ini masih bersengketa di Pengadilan,” kata Maddusila saat dihubungi Kamis (13/9) kemarin.

Mengenai pengaduan yang disampaikan pihak PT Bugis Sejahtera ke Polda Sulselbar, mantan calon bupati Gowa ini mengaku tak gentar. Dan menyatakan bersedia memberi keterangan kepada kepolisian.

Dia juga membenarkan memiliki lahan di depan Kampus 45 Makassar. Tetapi, menurut Maddusila, luas lahan itu hanya sekitar 3,3 hektare. Dan belum ada perjanjian jual-beli sampai sekarang dengan pihak PT Bugis Sejahtera.

“Belum ada. Karena mereka mau membeli lahan saya dengan harga murah. Uang yang saya pinjam dari mereka, orang-orangnya juga yang gunakan,” ujar Maddusila. “Mereka pernah bersurat menagih uang itu. Saya bilang kasih waktu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sulselbar, Ajun Komisaris Muh. Siwa, mengaku belum melihat surat laporan pengaduan itu. “Nanti saya cek. Tetapi pasti akan kami tindaklanjuti kalau ada. Mulai dari proses penyelidikan dan penyidikan,” ujarnya. (RS13-RS1/D)


Tag
div>