KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Ketua Dewan Pendidikan “Tantang” Kandidat Lain Ikuti Keberpihakan IYL-Cakka ke Sektor Pendidikan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 10 Februari 2018 20:35
Ketua Dewan Pendidikan “Tantang” Kandidat Lain Ikuti Keberpihakan IYL-Cakka ke Sektor Pendidikan

Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komitmen pasangan independen Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di bidang pendidikan dengan terobosan subsidi Rp1,5 triliun per tahun mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi lintas perguruan tinggi.

Selain rektor, guru besar di bidang pendidikan, Ketua Dewan Pendidikan Sulsel Dr Adi Suryadi Culla juga berulangkali mengakui keberpihakan Ichsan terhadap pengembangan kualitas pendidikan.

Menurut Adi, komitmen IYL memajukan pendidikan tak perlu diragukan. Apalagi terobosannya siap memberikan subsidi Rp1,5 triliun per tahun jika terpilih menjadi gubernur.

“Itu menjadi bukti komitmen pak IYL kalau terpilih nanti. Apalagi kan salah satu aspek yang sangat mendasar dalam pengelolaan pemerintahan itu adalah pelayanan dasar salah satunya pendidikan,” ujar Adi Suryadi Culla, akademisi Unhas, Jumat (9/2/2018).

Menurut Adi, sektor pendidikan tidak bisa dianggap remeh oleh para kandidat yang akan bertarung di ajang Pilgub Sulsel 2018. Alasannya, pendidikan itu salah satu faktor yang akan sangat menentukan kualitas dari kandidat. Masyarakat kan juga menilai semua itu.

Adi berharap kepada semua kontestan Pilgub Sulsel 2018 agar punya visi dan misi yang jelas di bidang pendidikan sebagai salah satu upaya untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Kalau visinya pak IYL itu kan sudah berulang kali dan sudah lama beliau kemukakan dan itu menjadi bukti komitmennya di bidang pendidikan. Nah, sekarang kita menunggu calon kepala daerah yang lain juga untuk itu, masyarakat juga menunggu,” tantangnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya empat pasangan yang ada sekarang itu diyakini punya visi pendidikan yang jelas. Hanya saja pasangan ini penting untuk mengungkapkan visi dan misi pendidikan mereka, agar rakyat bisa tahu.

Sebab, menurut Adi, kandidat yang satu dengan kandidat yang lainnya pasti memiliki pandangan dan sikap yang berbeda.

“Seperti apa visi dan misinya calon lain itu kita harapkan. Apa yang beliau akan perbuat dan wujudkan. Karena kan kita cari bedanya calon lain dengan Pak Ichsan, pasti kan ada bedanya. Pak Ichsan itu sudah tegas dan punya visi, jadi kita tunggu yang lain,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, selain terobosan subsidi Rp1,5 triliun per tahun, IYL juga menargetkan tidak diwajibkannya seragam sekolah jika dirinya terpilih nanti.

“Pergub (Peraturan Gubernur) pertama yang akan saya tandatangani jika saya terpilih adalah Pergub tentang tidak diwajibkannya penggunaan seragam sekolah. Karena yang mau sekolah itu bukan seragamnya, tetapi otaknya,” tegas IYL usai pengukuhan doktornya di bidang hukum pendidikan di Unhas, Kamis (8/2/2018). (*)


div>