RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Ketua Gerindra Sulsel Mengambang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 April 2017 10:40
Ketua Gerindra Sulsel Mengambang

ASEP/RAKYATSULSEL/C KONSOLIDASI GERINDRA SULSEL. Ketua terpilih Partai Gerindra Sulawesi Selatan Idris Manggabarani salam komando bersama Ketua Dewan Penasehat La Tinro La Tunrung, usai menggelar konsolidasi bersama kader di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Jl Landak Baru, beberapa waktu lalu.

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) menanggapi santai, perihal berkembangya wacana, Agus Arifin Nu`mang bakal menjabat Ketua DPD Gerindra Sulsel.

Menurutnya, sejauh ini DPP Gerindra belum memberikan atau memutuskan secara formal mengenai hal tersebut. sehingga keputusan terkait dengan posisi strategis Gerindra di daerah, merupakan kewenangan dan hak penuh DPP. “Kita tunggu saja. Semua keputusan siapa Ketua Gerindra Sulsel, itu wewenang DPP,” tuturnya, Minggu (9/4).

Idris menambahkan, jika keputusan DPP menghendaki Agus untuk menahkodai Gerindra Sulsel, semua pihak harus menerima. Namun, sebaliknya jika DPP memberikan mandat kepada yang lain kata dia bisa saja terjadi. “Oleh sebab itu, semua kader tetap bersabar menunggu putusan DPP,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, Rusdin Tabi, mengaku, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang belum pernah membahas terkait keinginannya menahkodai Gerindra Sulsel. Karena itu, dia mengaku tak ingin berspekulasi soal petemuan Agus Arifin Nu’mang dengan pendiri sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Saya tidak tahu menahu soal (pertemuan) itu,” ujarnya.

Namun ia menegaskan, apa pun keputusan partainya wajib dilaksanakan oleh seluruh kader.”Tapi apapun keputusan DPP tetap kita yang di bawah wajib dan harus amankan. Kami di fraksi (Gerindra Sulsel) juga belum pernah berkomunikasi dengan pak wagub, belum ada pertemuan,” lanjut Rusdin Tabi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh, Ketua Farksi Gerindra DPRD Kota Makassar, Amar Busthanul. Ia mengatakan, siapun yang menahkodai Gerindra Sulsel bukan menjadi persoalan. Sejauh mampu membawa kebaikan bersama di internal partai.

“Kita terima, siapa pun ketua Gerindra sulsel, mau pak Agus Arifin Nu’mang, pak Idris Manggabarani pasti kita welcome sepanjang DPP sudah restui,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait pengaruh Agus minimal mampu menyamai La Tinro mendominasi kemenangan di pilkada serentak 2018, seperti pada pilkada serentak 2015 lalu, Amar enggan berspekulasi lebih jauh. “Kalau soal pengaruh, tentu semua sudah punya basis masing-masing. Dan tentunya mereka punya nilai lebih tersendiri,” jelasnya.

Sebelumnya, Agus Arifin Nu’mang mengaku sudah bertemu Prabowo Subianto. Pertemuan itu digelar di kediaman Prabowo di Jl Kartanegara, Kabayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 7 April kemarin. Dalam pertemuan itu, keduanya menyapakati beberapa hal terkait Pilgub Sulsel 2018 nanti. Prabowo meminta Agus tenang dan tetap bekerja maksimal. Gerindra mengontrol sebelas kursi di parlemen Sulsel. Untuk mengusung pasangan calon di Pilgub Sulsel nanti, partai Gerindra butuh koalisi dengan partai politik pemilik minimal lima kursi sebagai syarat mengusung calon ke KPU.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi hal itu, Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh menuturkan, kemelut yang terjadi di internal kepengurusan Gerindra di provinsi tidak bisa dibiarkan berlarut tanpa ada kepastian siapa ketua defenitif. Sebab jika tidak ada kepastian, dampaknya bisa merugikan partai untuk melakukan konsolidasi. Baik menyambut perhelatan pilgub dan pilkada serentak, maupun tahapan verifikasi partai politik jelang Pemilu 2019. “Seharusnya Gerindra ini tidak lagi bergelut pada kekosongan ketua. Melainkan sudah fokus menatap pilgub, pilkada dan pileg. Karena tantangan yang dihadapinya akan berat kedepannya,” ungkap Arif.

Menurut Arif, sebagai partai yang mampu menembus tiga besar perolehan suara di Sulsel saat Pemilu 2014, Gerindra sejatinya menunjukkan kesolidan dan kebesarannya menghadapi momentum politik. Bukan justru memperlebar polarisasi kepengurusan atau elit di level provinsi.

Apalagi, lanjut Arif, partai besar dan partai menengah lainnya justru terus melakukan konsolidasi dan pembenahan Infrastruktur di semua tingkatan. Seperti, Golkar, Nasdem, PAN, Demokrat, dan partai pendatang baru.”Menjelang kontestasi politik, tentunya Gerindra sudah bisa mempersiapkan langkah taktis politiknya, bukan justru memperlebar polarisasi kepengurusan,” terangnya.

Ditanya tentang wacana Agus menjadi pengendali Gerindra Sulsel, Arif menilai adalah salah satu pilihan tepat bagi partai yang didirikan Prabowo Subianto tersebut. Alasannya, ketokohan dan jejaring Agus layak untuk disandingkan dengan ketua parpol besar lainnya. “Meski memang Agus punya tugas berat  menyatukan faksi-faksi di internal pengurus terlebih dahulu, tapi itu salah satu opsi terbaik menunjuk Agus. Ditambah lagi, Agus punya nilai jual sebagai wakil gubernur,” terangnya.

Arif menuturkan, penunjukan ketua di Gerindra memang berbeda dengan partai lain. Jika di parpol lainnya, sebagian proses penentuannya melalui musyawarah, maka di Gerindra masih mengandalkan  “telunjuk” Prabowo Subianto. “Setahu saya, Gerindra Sulsel ini belum pernah melakukan musda atau sejenisnya dalam penentuan ketua. Tetapi polanya, langsung ditunjuk DPP. Akhirnya, kadang memunculkan kekecewaan di internal kader atau pengurus,” jelasnya.

Lantas apakah Gerindra bisa mempertahankan posisinya sekarang jika dikendalikan Agus? Arif melihat bukan pekerjaan mudah menembus tiga besar di Pemilu 2019. Baginya, ujian pertama adalah Pilgub dan Pilkada 2018 mendatang. “Kalau sampai Gerindra mampu mencatatkan kemenangan di Pilgub, atau bisa mendominasi kemenangan usungannya di pilkada kabupaten/kota, tentu saja itu modal besar menatap Pileg 2019. Tapi kalau sampai gagal di perhelatan politik lokal, tentu saja peluang mempertahankan posisi 3 besar itu sulit dilakukan,” tutupnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, Agus Arifin Nu’mang apabila memimpin Gerindra Sulsel memiliki nilai tambah tersendiri dengan posisinya saat ini. Bukan tanpa alasan, sebagai salah satu kandidat kuat di Pilgub juga tentunya telah memiliki pengalaman yang bisa dikatakan sangat cukup. “Agus memiliki peluang dan kemampuan memimpin gerindra, apalagi menjadi salah satu cagub tentunya makin meyakinkan besarkan gerindra. Namun masih butuh waktu untuk membesarkan partai  besutan Prabowo tersebut, khususnya membangun konsolidasi internal pasca Latinro,” ungkapnya.

“Agus memiliki pengalaman di partai juga di pemerintahan sehingga memiliki jaringan-jaringan dan basis politik,” lanjut Firdaus. (Isk-Yad/D)


div>