• Jumat, 18 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Ketua Golkar Enrekang Kok Nyaleg Di PPP

Rabu , 13 Maret 2013 09:58
Total Pembaca : 474 Views
La Tinro La Tunrung

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Diam-diam, nama Bupati Enrekang yang juga Ketua DPD II Golkar Enrekang La Tinro La Tunrung masuk bursa Caleg DPR RI Pemilu 2014 di PPP. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi daerah DPW PPP Sulsel yang digelar di  sekretariatnya di Jl Sungai Saddang, kemarin.

Ketua DPW PPP Sulsel Amir Uskara yang dikonfirmasi mengenai adanya nama La Tinro La Tunrung dalam deretan daftar bacaleg di PPP untuk anggota DPR RI, tidak membantah. “Saya tidak bisa katakan ia dan tidak juga bisa mengatakan tidak. Tapi kami memang terus melakukan komunikasi dengan beliau,” tegas Amir Uskara.

Sementara, La Tinro  membenarkan jika dirinya dilirik oleh PPP untuk “Maccaleg” di partai berlambang Ka’bah. “Saya memang pernah dihubungi oleh elite DPP PPP untuk maju sebagai Caleg DPR RI,” kata La Tinro.

Namun tawaran tersebut, diakuinya masih dipertimbangkan. Hal itu didasari karena dirinya masih menjabat sebagai Ketua Golkar Enrekang. “DPC dan DPW PPP juga pernah menghubungi saya. Kalaupun ada nama saya tertera di daftar bacaleg PPP, saya belum mengetahui,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, La Tinro dikabarkan memang ingin melenggang ke Senayan melalui jalur Golkar. Namun hal itu menjadi pertimbangannya, karena persingan di partai berlambang pohon beringin sangat ketat lantaran banyakanya kader yang ingin maju. Alasan inilah, sehingga elite DPP PPP melirik La Tinro untuk bergabung ke partai tersebut. Karena dianggap persaingan di PPP untuk menjadi legislator DPR RI tidak terlalu berat. Diketahui, Selain La Tinro, istri Bupati Sidrap Rusdi Masse, yakni, Fatwamati Rusdi Masse juga masuk dalam daftar bacaleg PPP untuk DPR RI.

Sedangkan bila tetap di Golkar, persaingan untuk masuk di DPR RI cukup berat. Untuk Dapil III, dari Partai Golkar, ada nama Markus Nari, Syamsul Bahri, dan Ali Mochtar Ngabalin.

Meski pemilihan legislatif tersisa 11 bulan lagi, namun PPP menargetkan bakal meloloskan empat kadernya duduk menjadi anggota DPR RI di Senayan pada Pileg 2014 mendatang. “Untuk kursi di DPR RI DPP-PPP menargetkan 4 kursi, sementara untuk DPW PPP Sulsel sendiri malah menargetkan 6 kursi dari tiga Dapil yang ada di Sulsel,” beber Amir Uskara.

Amir menjelaskan, dari tiga Dapil yang ada di Sulsel pihaknya telah mempersipakan bahkan mulai mengakomodir sebanyak 24 bakal Caleg pada pemilu nantinya. “Jadi strukturknya nanti yaitu satu kursi dari dapil I, 2 kursi dari salah satu anatara dapil II dan III,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa ini.

Sementara itu, Ketua Desk Pileg PPP Sulsel Andi Mariattang menjelaskan target dua kursi setiap Dapil akan dimaksimalkan kader partai belambang Ka’bah ini pada Pemilu 2014 mendatang. “Yang jelas sampai saat ini baru 24 bakal Caleg sedang disusun untuk mengisi tiga Dapil dalam DCS pada Pemilu nanti,” beber Mariattang.

Wakil Ketua DPW PPP Sulsel ini mengungkapkan bila dalam susunan daftar Bacaleg nantinya, Dapil I yang meliputi kota Makassar sampai Selayar akan diisi 8 orang.

Sementara untuk Dapil II, meliputi Maros hingga wilayah Ajattapareng dan Bosowa berjumlah 9 orang dan Dapil III yang meliputi Pinrang hingga Luwu Timur berjumlah 7 orang. Adapun Bacaleg pusat yang mulai digodok. Antara lain, khususnya di Dapil I, seperti; HM Amir Uskara, Ahmad Dg Se’re, Syahrir Marzuki, Yunus Rasak, Silvana Chalik Suang dan Mallingkai Maknun.

Sementara Mariattang akan bertarung di dapil II bersama sekretaris DPW PPP Sulsel HM Aras, Dr Andi Jamarro Dulung, Bahri Mappiasse, Syamsibar, AM Galib, Syamsul Alam Mallarangan dan Andi Kadir.

Sedangkan untuk Dapil III anggota komisi B DPRD Sulsel Abubakar Wasahua akan bersaing ketat dengan  mantan Cabup Tana Toraja Yunus Kadir, Syukur Sabang, Muharram Andi Lolo, Syuaib Didu, Fatwamati Rusdi Masse dan Andi Surianti.

Anggota Komisi E DPRD Sulsel ini menambahkan bila pada Pileg 2009 lalu partai yang dipimpin Suryadharma Ali ini hanya meloloskan satu kadernya ke Senayan yakni Ahmad Dg Se’re.

Juru bicara Partai  Golkar Afandi Idris mengatakan kalau kehendak La Tinro untuk mencaleg di partai lain itu merupakan hak dia, karena Golkar tidak pernah menahan hak demokrasi dari masyarakat. “Kita kembalikan saja sama Pak La Tinro, kalau dia memilih PPP mencaleg itu adalah haknya, dan saya yakin juga bahwa dia masih akan eksis di partai Golkar,” jelasnya

Pengamat Politik dari Unhas Andi Haris mengangap, kalau peluang La Tinro menjadi Caleg di Golkar kemungkinannya kecil, bisa saja dia akan memilih partai yang memberikan ruang besar pada dirinya maju di pemilihan legislatif.

“Bisa saja La Tinro memilih PPP, sebagai kendaraan politik, apalagi peluang dirinya maju di Senayan sangat besar jika mengunakan PPP, ketimbang Golkar yang sejumlah kader yang antre untuk maju di pemilihan legislatif,” ulasnya.

Adanya kepala daerah yang akan ikut serta pada Pileg 2014 mendapatkan perhatian tersendiri dari KPU Sulsel, Ziaurrahman Mustari, komisioner KPU Sulsel. Menurut Ziaurrahman, seorang kepala daerah yang ingin ikut serta di dalam Pileg diharuskan untuk mundur dari jabatannya sesuai dengan amanat UU No 8 Tahun 2012.

Selanjutnya Ziaurrahman, menjelaskan bahwa surat pengunduran tersebut diajukan bersama dengan kelengkapan administratif lainnya. “Ketika bakal calon legislatif ini menyerahkan kelengkapan administrasi pada pendaftaran bakal calon, maka surat pengunduran diri dari jabatannya tersebut semestinya harus diserahkan. Hal itu, jelas dinyatakan dalam Pasal 51 ayat 2, dan surat pengunduran diri tersebut tidak dapat ditarik kembali,” ungkapnya.

Untuk itu, seorang kepala daerah yang ingin maju di Pileg 2014 sudah harus mengundurkan diri paling lambat pada awal Mei. “Seharusnya dalam penyerahan berkas untuk DCS (Daftar Calon Sementara) di awal April, surat pengunduran diri itu sudah diikut sertakan. Namun, bisa jadi ketika mereka mendaftar dalam DCS itu, surat tersebut belum ada. Untuk itu, masih diberikan toleransi melakukan perbaikan kelengkapan administrasi, yang berdasarkan jadwal resmi KPU dilaksanakan pada 1-7 Mei 2013,” tegasnya. (M1-RS6-RS1)