KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Ketua HIPMI Sulsel Berbagi Inspirasi dan Motivasi Wirausaha dengan Mahasiswa

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 27 April 2018 16:48
Ketua HIPMI Sulsel Berbagi Inspirasi dan Motivasi Wirausaha dengan Mahasiswa

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM– Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel, Herman Heizer, berbagi motivasi, inspirasi, dan membangkitkan mental berwirausaha di kalangan mahasiswa.

Saat menjadi pembicara di hadapan ratusan mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar, Jumat, 27 April 2018, Herman menularkan kiat sukses berwirausaha itu dari keberhasilannya membangun usaha dari nol. Herman membawakan materi tentang motivasi, inspirasi membentuk mental berwirausaha.

Dia mengisahkan latar belakangnya yang hanya dari keluarga kurang mampu, tapi punya motivasi kuat untuk sekolah dan belajar, serta merintis usaha.

Herman yang berasal dari Bone, kemudian ikut orang tua merantau ke Jambi, lalu memilih sekolah pesantren Assadiyah di Sengkang, Wajo, hingga akhirnya bisa kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

“Saya katakan kepada orang tua, jangan pikir biaya kuliahnya, biar saya yang usahakan sendiri. Jadi dengan modal pinjam uang dari kepala sekolah Rp75 ribu ke Jakarta, terus di Jakarta pinjam uang keluarga Rp50 ribu untuk mendaftar kuliah, dengan tekat kuat dan motivasi tinggi saya bisa tetap kuliah,” papar Herman.

Nah dari kuliah itu, Herman yang aktif di forum studi di Ciputat, bertemu dengan Syaiful Mujani, pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI). Herman pun ditunjuk jadi Koordinator Indonesia Timur.

“Saat itu gaji saya Rp5 juta per sekali kali survei, dan surveinya bisa dua minggu sekali. Jika dirata-ratakan, penghasilan saya Rp25-30 juta per bulan. Bayangkan itu antara tahun 2004-2005,” ungkap Herman yang saat ini menjadi Direktur lembaga riset, Celebes Research Center (CRC) dan Direktur PT Suara Raya Nusantara Setara.

Tapi tidak cukup sampai di situ, setelah kenal dengan senior-senior HIPMI pada kurun waktu 2003-2010, dia dipanas-panasi atau dikompori untuk buka usaha sendiri.

“Saat itulah saya pilih resign dari LSI dan mendirikan CRC. Hasilnya, saya bisa mendapatkan Rp100-150 juta perbulan. Saya bisa keluar dari zona nyaman dan buka usaha sendiri,” kata Herman.

Karena itu juga pada tahun 2016, Herman dicalonkan menjadi Ketua HIPMI Sulsel bersaing dengan putra tokoh besar Nurdin Halid dan putra mantan Bupati Bulukumba. Mendapat lawan berat seperti itu, Herman tidak ciut, justru dia menang. 

“Saat itu semangat saya, kalau anak petani seperti saya kalah, itu hal biasa. Tapi kalau menang, itu menciptakan sejarah baru. Dan, Alhamdulillah saya bisa menang, terpilih menjadi Ketua HIPMI Sulsel,” tegas Herman.

“Kalau sungguh-sungguh, kita bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Bayangkan saya dari anak kampung bisa menjadi Ketua HIPMI Sulsel. Ada pengorbanan, darah, dan air mata,” lanjut Herman.  

Kegiatan ini merupakan pelatihan kewirausahaan bertajuk Mahasiswa Berwirausaha yang diadakan Unit Kewirausahaan Politeknik Negeri Ujung Pandang.

Beberapa mahasiswa antusias bertanya tentang trik diversifikasi usaha atau mengembangkan usaha baru, mewujudkan ide membuka usaha, dan membagi waktu antara menjadi mahasiswa dan berwirausaha.

Intinya, Herman memotivasi dan membangkitkan mental mahasiswa, jangan takut, jangan menyerah, teruslah berusaha untuk menjadi pengusaha yang baik dan maju.

Itu karena saat ini pengusaha di Indonesia masih kurang. Pengusaha di Indonesia baru 2 persen, versi Bank Dunia, itu belum dikategorikan negara maju.

“Jangan takut gagal jadi pengusaha, karena kegagalan itu cara tuhan bimbing kita menuju kesuksesan.
Selalu punya keyakinan, sangka yang baik kepada Tuhan, Tuhan pun akan memberikan yang terbaik untuk kita,” tandas Herman yang tengah merintis usaha di dunia perfilman. (*)


div>