RABU , 14 NOVEMBER 2018

Ketua IGI Pusat Kritik Kinerja DPPPA Makassar, Ada Apa?

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 13:20
Ketua IGI Pusat Kritik Kinerja DPPPA Makassar, Ada Apa?

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim

MAKAKSSAR,RAKYATSULSEL.COM – Menanggapi adanya kejadian pencabulan yang sering terjadi di kota Makassar, bahkan belum lama ini dialami siswi korban gempa dari Palu. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim mengkritik Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar dan Provinsi Sulsel.

Ia menilai, sangat ironis kejadian seperti ini yang sering terjadi. Dimana, proses pengawasan dan koordinasi sesama instansi lain belum mampu menekan permasalahan yang sering terjadi di kota ini.

“Kasus kekerasan, pencabulan di sekolah atau di luar sekolah. Bukan yang pertama,” ujarnya.

Menanggapi aksi bejat, oknum kawanan pemuda di Makassar yang mencabuli seorang siswi Sekolah Dasar (SD) Kota Palu yang menjadi pengungsi gempa dan tsunami di dikelurahan Sudiang kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel). Ramli Rahim meminta DPPPA Kota Makassar dan Provinsi Sulsel aktif mengontrol dan menjaga di daerah pengungsian.

“Jangan hanya tinggal di kantor, karena kan pengungsi banyak di Makassar dan diluar Makassar di Sulawesi Selatan,” katanya.

Oleh sebab itu, Ramli Rahim menyarankan DPPPA Makassar dan Provinsi Sulsel seharusnya melakukan pendataan tentang anak-anak pengungsian.

Selain itu, melihat sisi keamanannya dan substansi kemanusiaan, karena pengungsi tidak punya lagi sanak keluarga atau kerabat.

“Nah, bukan hanya yang ini, anak-anak lain masih banyak di situ bukan cuma perempuan, laki-laki itu harus dilindungi,” tuturnya.

Selain dari itu, pihak Aktivis Perempuan dan anak juga serta Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, mestinya memantau semua itu. Hal ini agar memastikan tak ada lagi kendala di kemudian hari.

“Seharusnya secepatnya ini anak-anak ini didistribusikan ke sekolah-sekolah. Kan banyak sekarang yang mau menerima mereka itu harusnya pemerintah mendata itu, distribusikan ke sekolah,” saran dia.

Sekadar diketahui, DPPPA kota Makassar sangat respon cepat jika ada problem dialami anak di kota Makassar. Bahkan banyak kasus ditangani Dinas tersebut untuk pembinaan anak korban kekerasan.

Namun, terkait kritikan IGI Pusat. Saat dimintai tanggapan. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) bentukan DPPPA Kota Makassar, salah satu staf Makmur menjelaskan, setiap ada kasus kekerasan dalam hal ini adalah pemerkosaan anak dibawah umur.

Pihak P2TP2A kota Makassar, yang pertama dilakukan adalah mengantar visum ,melakukan pendampingan trauma dalam hal ini di konseling oleh psikolog.

“Kami juga menyiapkan pendampingan hukum. Untuk sementara lebih mengutamakan pendampingan psikologinya di rumah aman P2TP2A, agar anak ini bisa kembali normal,” tuturnya.


div>