Ketua Kadin Sulsel Apresiasi Film Silariang

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, HM Zulkarnain Arief (kanan atas) bersama para pengurus Kadin Sulsel dan sejumlah pengusaha Nonton Bareng (Nobar) film Silariang di Studio 21 Mall Ratu Indah, Rabu (8/3) malam. doelbeckz/rakyatsulsel.‎

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, HM Zulkarnain Arief, sangat mengapresiasi film Silariang yang sementara tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Sebagai bentuk dukungan kepada pemutaran film lokal Makassar itu, Zulkarnain mengajak para pengurus Kadin Sulsel dan sejumlah pengusaha Nonton Bareng (Nobar) film Silariang di Studio 21 Mall Ratu Indah, Rabu (8/3) malam.

“Kadin sangat apresiasi film lokal Makassar. Apalagi, mengangkat cerita budaya, adat istiadat, dan sejarah yang ada di Sulsel. Malahan kita harapkan jangan hanya dipublikasi atau diputar tingkat lokal saja, tetapi nasional hingga internasional,” terangnya.

Ketua BPD Gapensi Sulsel ini, mengatakan, film lokal, khususnya yang mengangkat budaya, adat istiadat dan sejarah yang ada Sulsel harus didukung semua pihak, termasuk Kadin Sulsel.

“Kita di Sulsel kaya akan budaya, adan istiadat, dan sejarah, sehingga tidak akan habis kalau itu semua difilmkan dan akan sangat menarik untuk difilemkan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Zulkarnain juga sangat mengapresiasi tingginya animo masyarakat menonton film Silariang ini.

“Saya lihat sendiri tadi tingginya animo masyarakat menonton film ini. Tempat duduk full, tidak ada yang kosong. Bahkan, masih banyak yang tidak kebagian tiket. Ini terutama karena masyarakat ingin mengenang kembali sejarah, adat istiadat, dan budaya yang dimiliki Sulsel,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

“Ini untuk menunjukkan dan mengingatkan kembali ada kejadian seperti ini pernah terjadi di masa lampau. Adat itu memang perlu ada, meskipun era terbuka seperti sekarang ini, tetapi harus menyesuaikan kondisi. Tidak perlu lagi menegakkan Siri’ (harga diri) dengan membunuh, tetapi kalau ada masalah kita selalu mencari solusi dan jalan keluar. Semua masalah pasti ada jalan keluar,” tambahnya.

Zulkarnain mencoba mengambil hikmah usai menonton film Silariang ini, dengan mengatakan, pentinya penegakan Siri’, tidak hanya pada masalah hubungan muda mudi dan antara keluarga, seperti digambarkan dalam film itu, tetapi juga pada seluruh sektor yang ada.

“Hikmah dari film Silariang ini, Siri’ (harga diri) tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi mencakup seluruh sendi kehidupan dan itu yang perlu kita junjung tinggi, misalnya Siri’ dalam melakukan korupsi, Siri’ dalam menggunakan narkoba, dan lainnya. Itulah makna penegakan Siri’,” jelas Ketua Umum AABI ini.‎

Sejumlah pengurus Kadin Sulsel yang hadir nonton bareng film Silariang, diantaranya Andi Imran Rusyadi, Yudi Ondong, Ziaurrahman, Hj Sukmawati, Andi Dala Mappaonang, Herda Hafidz, Hermina Donna, dan sejumlah pengusaha lainnya.

Film Silariang ini sendiri diproduksi ART2TONIC yang merupakan salah satu rumah produksi film yang ada di wilayah Indonesia bagian Timur. Film Silariang ini dibintangi Dinda Surbakti, Jeihan Kler, Ikram Noer, Nurfadilla Naifa, Zulkifli Gani Otto, Yuna Zamzunahar, Ika KDI, Syahriar Tato, Husen Mamaramlah, Cahya Arynagara, beberapa pemain pendukung lainnya yang kesemuanya merupakan artis lokal Makassar.

Film Silariang ini melakukan shooting di beberapa kabupaten termasuk Maros, Pangkep dan Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan yakni Makassar.

Film ini mengangkat cerita klasik asli Makassar dan memang sampai saat ini masih menjadi masalah sosial di kalangan muda mudi yang sedang kasmaran dan belum mendapat restu dari kedua orang tua mereka.

Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita idaman yang tidak lain merupakan teman kuliahnya sendiri. Jika melihat dari sejarah dari kedua orangtua mereka, dahulu ayah keduanya merupakan pemuda pemberani yang saling memiliki dendam di antara keduanya. (***)