• Rabu, 27 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Ketua KY:

Orang Sulsel Punya Kompetensi Mumpuni

Senin , 04 November 2013 11:40
Total Pembaca : 401 Views

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Komisi Yudisial meloloskan awalnya meloloskan 24 peserta seleksi calon hakim agung (CHA) setelah dinyatakan lulus seleksi kualitas tahun 2013 periode 2.

Dari 24 nama tersebut, 4 di antaranya perwakilan dari Sulawesi Selatan. Tapi hanya 3 di antaranya yang dinyatakan lolos untuk tes selanjutnya, tes wawancara. Mereka masing-masing, Heri Sukemi Hakim Pengadilan Tinggi Makassar, Slamet Sampurno Soewondo, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, dan Suhardjono, Hakim PT Makassar.

Ketua Bidang Pengawasan dan Investigasi Hakim Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia, Prof Eman Suparman menuturkan, perwakilan dari Sulsel biasanya cukup berpotensi untuk menjadi Hakim Agung. “Biasanya orang Sulsel itu memiliki kompetensi yang mumpuni, tapi nantilah kita lihat hasil seleksinya,” ujar Eman saat berkunjung ke kantor Harian Rakyat Sulsel.

Bekas Ketua Komisi Yudisial RI ini menjelaskan, komposisi 24 CHA berasal dari 16 CHA bidang pidana dan delapan bidang perdata, serta terdiri dari 17 CHA melalui jalur karier dan tujuh CHA melalui jalur nonkarir.

“19 di antaranya laki-laki dan 5 lainnya perempuan. 19 orang merupakan calon yang pernah mengikuti seleksi sebelumnya, dan 5 lagi adalah calon yang baru pertama kali mengikuti seleksi,” ungkapnya.

Seleksi periode ini dilakukan untuk memenuhi 6 posisi hakim agung yang kosong.

Penyelenggaran Seleksi Calon Hakim Agung didasarkan pada hukum pada Pasal 24 B Undang-Undang Dasar 1945, UU Nomor 22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial, UU Nomor 18 Tahun 2011 Tentang Perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 2004 Tentang Komisi Yudisial, Peraturan Komisi Yudisial Nomor 7 Tahun 2011 tentang Tata Cara Seleksi Calon Hakim Agung, Peraturan Komisi Yudisial Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan, Peraturan Komisi Yudisial RI No. 7 Tahun 2011 tentang Tata Cara Seleksi Calon Hakim Agung, dan Surat Ketua MA No. 08/KMA/Hk.01/I/2013 tanggal 17 Januari 2013.

Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah, Arqam Azikin berharap, agar semua CHA tersebut transparan terkait pribadinya, termasuk keluarga, harta kekayaan. “Itu agar mampu memenuhi kriteria personal dan punya integritas. Sebab posisi hakim agung akan sangat berpengaruh dengan kredibilitas penegakan hukum di Indonesia. Sebaiknya tim KY betul-betul melakukan investigasi terhadap profesionalitas, integritas, dan kompetensi calon hakim agung. Sebab akan mempengaruhi sistem politik pemerintahan secara Yudikatif bila KY tdk tepat memilih calon hakim agung.” urainya.(aha)

 

3 Calon Hakim Asal Sulsel

-Heri Sukemi (Hakim Pengadilan Tinggi Makassar)

-Slamet Sampurno Soewondo (Guru Besar Fakultas Hukum Unhas)

-Suhardjono (Hakim PT Makassar)