RABU , 17 OKTOBER 2018

Ketua LAPN:  Perpustakaan UMI Dapat Jadi Contoh PT di Sulsel

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 27 Agustus 2018 15:59
Ketua LAPN:  Perpustakaan UMI Dapat Jadi Contoh PT di Sulsel

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Asesor Perpustakaan Nasional melakukan visitasi akreditasi Perpustakaan Utsman Bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Tim Asesor yang hadir di ketuai Drs Bambang Supriyo Utomo, bersama Drs B Mustafa dan Drs Asta Budi Raharjo. Mereka diterima oleh Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding, didampingi Kepala Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Dr Ir H Abd Karim Hadi dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UMI Prof Dr Ir H Abdul Makhsud, di ruang pertemuan Perpustakaan Utsman bin Affan Kampus II UMI, Senin, (27/8/2018).

Rektor UMI, Prof Dr H Basri Modding, mengatakan, perpustakaan sangat penting dan merupakan ujung tombak untuk mendukung UMI menuju WCU, karena perpustakaan merupakan sumber informasi yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.

“Untuk itu perpustakaan UMI harus memberi pelayanan yang baik, termasuk pelayanan jam berkunjung, kalau perlu pelayanan dibuka pada hari Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Ketua Tim Asesor, Drs Bambang Supriyo Utomo mengatakan, perpustakaan harus dinamis, apa yang telah dicapai jangan puas sampai disitu, tapi harus terus dikembangkan. Jadikan perpustakaan sebagai mall atau tempat rekreasi ilmu, yang banyak dikunjungi.

“Kalau mau banyak pengunjungnya, perbaiki  pelayanannya, lengkapi koleksinya dan jangan dibatasi jam berkunjung,” katanya.

Ia menambahkan, penilaian akreditasi perpustakaan meliputi 6 komponen, lima komponen utama dan satu komponen penguat, yaitu koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan, pengelolaan dan tenaga. Sedangkan komponen penguat adalah pengelolaan secara inovatif dan kreatif, dalam arti perpustakaan dapat memuaskan pengunjungnya.

“Perpustakaan UMI sudah bagus tetapi masih harus ditingkatkan lagi, sehingga dapat menjadi percontohan bagi perguruan tinggi di Sulawesi Selatan,” harap Ketua Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional (LAPN) itu.

“Persiapan kami untuk reakreditasi sejak tahun 2017, tetapi pada awal 2018 akreditasi harus menggunakan standar baru, sehingga kami harus bekerja keras untuk menyesuaikan dengan standar baru. Akreditasi dengan standar baru ini, kami optimis nilai akreditasinya dapat meningkat, dibanding sebelumnya terakreditasi B,” tambah Kepala Perpustakaan Utsman bin Affan UMI Dr Ir H Abd Karim Hadi. (*)


div>