SENIN , 22 JANUARI 2018

Ketua OKK HIPMI Sulsel: Kalau Ribut Terus, Kapan Kerjanya!

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 06 Mei 2017 20:51
Ketua OKK HIPMI Sulsel: Kalau Ribut Terus, Kapan Kerjanya!

Ketua HIPMI Sulsel Herman Heizer saat memberikan sambutan pada Rakerda HIPMI Sulsel belum lama ini.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Adanya rumor dan pemberitaan beredar terkait bobroknya pelaksanaan Rakerda BPD HIPMI SulSel membuat Ketua OKK BPD HIPMI Sulsel, yang juga Ketua Steerring Committe (SC) Rakerda, Harmansyah angkat bicara.

“Ini merupakan asumsi yang keterlaluan dari teman-teman tanpa memperhatikan kode etik keanggotaan bahwa Anggota HIPMI menjunjung tinggi semangat kebersamaan dan kekeluargaan serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyikapi perbedaan, kenapa harus ribut di luar layaknya kita ini tidak memiliki wadah, ayo kita duduk bersama dan berdiskusi bersama. Bukan dengan berasumsi dan berpendapat bukan pada tempat yang seharusnya,” kata Harmansyah, Sabtu (6/5).

Harmansyah menyebutkan, Rakerda juga adalah salah satu tempat untuka bermusyawarah secara mufakat. Bahkan kata dia, Rakerda juga merupakan agenda silaturahmi antar daerah dan BPD mengundang semua BPC untuk datang dan berbicara layaknya keluarga.

“Kenapa ndak dihadiri ? Kenapa undangan tindak diindahkan ? Bukan dengan berasumsi dan mengeluarkan pendapat layaknya kita ini tidak memiliki etika organisasi. Ada apa dengan mandat BPC ? Apa yang dipersoalkan ? Seharusnya kalau membaca aturan jangan sepenggal-sepenggal. Kenapa harus disalahkan kehadiran teman-teman unsur BPC yang ikut serta, bukankah mereka harus diapresiasi penuh karena mereka meluangkan waktu dan pikiran untuk mewakili kalian walaupun tanpa mandat. Silahkan konfirmasi ke saya terkait kehadiran mereka, saya siap melakukan klarifikasi langsung dengan teman-teman,” ujar Harmansyah.

Menurut Harmansyah, kepesertaan Rakerda itu ada dua klasifikasi, yaitu sebagai peserta dan peninjau. Kehadiran pengurus/anggota yang mendapat mandat dari BPC itu merupakan peserta dan kehadiran unsur BPC yang tidak mendapat mandat itu sebagai peninjau. “Saya kira teman-teman paham, jadi ndak usah dipermasalahkan soal kepesertaan,” jelasnya. [NEXT-RASUL]

Harmansyah menambahkan, jika Rakerda merupakan agenda BPD HIPMI Sulsel, dan laporannya ke BPP, bukan ke BPC sehingga tak perlu diributkan. Kalau pun ada yang dipermasalahkan sampaikan secara baik dan santun layaknya seorang pengusaha.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk melaksanakan agenda ini dengan baik dan sesuai waktu yang ditentukan, saya hanya menyarankan kepada teman-teman BPC untuk ikut melaksanakan Rakercab, kenapa bukan Rakercab ditingkatan kepengurusan teman-teman saja yang tidak dipikirkan dan dilaksanakan. Bukankah beberapa BPC belum melaksanakan sama sekali Rakercab itu yang mana batas waktu pelaksanaan sudah sangat lewat dari waktu yang telah ditentukan aturan organisasi, saya hanya mengajak teman-teman agar energi positif itu digunakan juga secara positif,” bebernya.

“Ayolah kita urus rumah tangga masing-masing-masing dengan baik sebelum mengurusi yang lain, jangan hanya dikasih instruksi dan peringatan untuk bisa melaksanakan kewajiban sudah bilang lagi ancamanlah, inilah, yah sebagai pengurus diatas tingkatan BPC sudah kewajiban BPD memperingatkan kepada teman-teman BPC agar semua baik jangan selalu berbicara dan berasumsi berdasarkan suka dan ketidaksukaan,” sambungnya.

Permasalahan Kourumnya sidang pleno Rakerda, Harmansyah mengaku jika dirinya sebagai pimpinan sidang bisa mempertanggungjawabkan hal itu. Dirinya secara terbuka siap menerima BPC untuk berdiskusi dengan baik, sehingga bisa bersama-sama berpendapat secara elegan.

“Kita ada wadah, kita ada himpunan, semua bisa kita selesaikan dengan baik dan secara kekeluargaan. Saya harap semua bisa ditanggapi dengan baik dan secara bijak,” harap Harmansyah. (*)


div>