MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Ketua PAN Makassar Tak Hadiri Penyerahan Rekomendasi Appi-Cicu

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Jumat , 15 Desember 2017 18:15
Ketua PAN Makassar Tak Hadiri Penyerahan Rekomendasi Appi-Cicu

Suasana penyerahan rekomendasi PAN ke Appi-Cicu di Hotel Novotel, Jalan Jendral Sudirman, Jumat (15/12). ist

*Hamzah : Kita Hargai Keputusan Partai, Maka Hargai Juga Keputusan Kader

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya memutuskan untuk memberikan rekomendasi untuk pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang. Penyerahan rekomendasi itu berlangsung di Hotel Novotel, Jalan Jendral Sudirman, Jumat (15/12).

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi penyerahan rekomendasi, hingga berakhirnya acara tidak tampak kehadiran Ketua DPD PAN Kota Makassar, Hamzah Hamid.

Ketidakhadiran Hamzah di penyerahan usungan tersebut tentu menimbulkan beragam spekulasi, karena sejak jauh hari Hamzah Hamid dan beberapa elit serta kader PAN Makassar secara intens telah mensosialisasikan Danny-Indira (DIAmi), bahkan pada beberapa kesempatan, elite partai berlambang matahari terbit itu membeberkan telah merekomendasikan kepada DIAmi.

Lantas apa makna dibalik ketidakhadiran nKetua DPD PAN Makasar Hamzah Hamid?

Saat dikonfirmasi, legislator DPRD Kota Makassar itu tidak ingin terlalu banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan, jika jadwal penyerahan rekomendasi kepada Appi-Cicu tersebut bertepatan dengan sejumlah agenda kegiatan kedewanan yang jauh hari sudah terjadwalkan.

“Ada jadwal kegiatan yang sama. Kebetulan hari ini ada tugas kedewanan,” kata Hamzah, Jumat (15/12).

Disinggung mengenai keputusan partainya yang memberikan rekomendasi kepada pasangan Appi-Cicu, meski sejumlah kader PAN cenderung tidak sepakat dengan keputusan DPP PAN tersebut, Hamzah hanya memberikan jawaban yang diplomatis dan menegaskan jika dirinya tetap menghargai apapun yang menjadi keputusan partainya.

“Yang pasti kita tetap hargai keputusan partai dan kita juga tetap hargai keputusan kader. Jadi kita tidak bisa memaksakan,” ucapnya.

Pernyataan Hamzah ini pun terkesan memberikan pilihan kepada kader PAN untuk menentukan sikap sesuai hati nurani. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari adanya gejolak atau penolakan dari kader PAN. (*)


div>