MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Ketua PAN: Tidak Ada Alasan Tak Dukung Program Bupati

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 14 Maret 2016 16:18

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan bupati-wakil bupati Lutim sudah lama usai. Bahkan bupati terpilih, Muhammad Thoriq Husler dan Irwan Bahry Syam, sudah lama dilantik dan sudah menjalankan tugas sebagai pelaksana definitif.
Namun di tingkat eksekutif, dalam jajaran Pemkab Lutim khususnya pada sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pro kontra terhadap bupati definitif tampak masih kental.

Hal itu terlihat dalam pelaksanaan program-program yang dicanangkan Husler dan Iwan sebagai pejabat bupati-wakil bupati definitif, masih sangat terasa kesan penolakan oleh sebagian pejabat yang sebelumnya tidak mendukung Husler-Iwan dalam Pilkada Desember 2015 lalu.

“Setelah dilantiknya bupati dan wakil bupati, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk tidak mendukung program pemerintah, sepanjang itu untuk kepentingan masyarakat Luwu Timur. Jangan melihat Huslernya, tapi lihat bupatinya,” ujar ketua Fraksi Partai Amanah Nasional (PAN), usman Sadik di ruangan fraksi PAN, Senin (14/3).

Menurut Usman Sadik, SKPD adalah bagian dari pemerintahan daerah untuk melayani masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. “Kalau program tersebut pro dengan masyarakat, seharusnya didukung dengan baik. Kalau ada beberapa SKPD tidak mendukung hal itu, sama halnya dia keliru, sepanjang bupati dan wakil bupati tidak melanggar aturan dan mekanisme Pemerintah daerah ada,” katanya.

Usman Sadik mengatakan bahwa visi-misi bupati Husler dan wakil bupati Irwan, sangat mendukung dengan pendidikan gratis dan kesehatan gratis untuk kepentingan masyarakat Luwu timur. “Saya sangat sepakat dan mendukung penuh bupati untuk bisa merealisasikan programnya, seperti pendidikan gratis. Soalnya pendidikan di Lutim ini agak tertinggal dilihat dari hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) tingkat SMA, SMP dan SD,” jelasnya.

Menyangkut realisasi program-program Bupati, Usman Sadik menegaskan bahwa tidak ada kata mustahil untuk tidak merealisaikan program tersebut.

“Tidak ada kata mustahil untuk merealisasikan program yang sudah dicanangkan bupati dan wakilnya. Didukung APBD yang besar yang mencapai Rp 1,5 triliun, itu bisa merealisaikan program-program bupati terutama pendidikan dan kesehatan gratis,” ujarnya.


div>