SENIN , 17 DESEMBER 2018

Ketua Panwaslu Parepare Akui Tak Temukan Indikasi Politik Uang

Reporter:

Nunu

Editor:

Rabu , 25 April 2018 06:09
Ketua Panwaslu Parepare Akui Tak Temukan Indikasi Politik Uang

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM– Sidang keenam kasus dugaan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) atas terlapor calon Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP) di Bawaslu Sulsel, Makassar, Selasa malam, 24 April 2018, menuju kesimpulan.

Keterangan lembaga pemberi keterangan Panwaslu Parepare, semakin menguatkan bahwa tidak terjadi dugaan politik uang dalam kasus ini seperti yang dilaporkan Calon Wali Kota, Faisal A Sapada (FAS).

Ketua Panwaslu Parepare, Muh Zaenal Asnun yang memberi keterangan dalam sidang bahkan mengakui, dari hasil klarifikasi terhadap saksi-saksi belum ditemukan atau belum memenuhi pasal 135A tentang pelanggaran administrasi TSM.
“Itu yang membuat kami belum meneruskan ke Bawaslu provinsi sesuai peraturan Bawaslu nomor 13 tahun 2017,” kata Zaenal Asnun.

Penjelasan Zaenal Asnun ini menjawab pertanyaan Anggota Majelis Pemeriksa Azry Yusuf, yang mempertanyakan kenapa tidak meneruskan ke Bawaslu provinsi jika menemukan indikasi TSM. “Kenapa menunggu orang lain melaporkan,” tanya Azry Yusuf.

Hasil rekomendasi Panwaslu Parepare dalam kasus ini adalah merujuk ke pasal 187A junto pasal 73 ayat 4  UU nomor 10 tahun 2016, sehingga meneruskan ke Polres Parepare. Membaca rekomendasi ini sebenarnya tidak ditemukan indikasi pidana pemilu melainkan pidana umum.

Majelis pemeriksa juga tertarik dengan aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung FAS selama tiga hari di Panwaslu atau selama berlangsung pengusutan hingga keluar rekomendasi.

“Nah, apakah saudara Ketua Panwaslu merasa aman atau merasa diintimidasi karena terjadi demo di Panwaslu Parepare,” tanya Anggota Majelis Pemeriksa Azry Yusuf.

Zaenal Asnun menjawab singkat. “Iya, saya merasa aman. Saya juga tidak merasa diintimidasi,” katanya.

Soal pengamanan di Panwaslu kata dia, cukup. Itu karena saat demo yang diikuti kurang lebih 100 orang, kantor Panwaslu dijaga sekitar 50 personel kepolisian.

Sidang selanjutnya adalah Kamis, 26 April 2018, dengan agenda pembacaan simpulan oleh pelapor dan terlapor. Sidang dijadwalkan mulai pukul 20.30 Wita. (rls)


div>