SENIN , 17 DESEMBER 2018

Ketua Projo Maros : Deklarasi 2019 Ganti Presiden Akan Berakhir Kekecewaan

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Rabu , 08 Agustus 2018 18:30
Ketua Projo Maros : Deklarasi 2019 Ganti Presiden Akan Berakhir Kekecewaan

int

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Gerakan 2019 ganti presiden yang akan di deklarasikan di Makassar Minggu, (12/8/2018) mendatang mendapat penolakan dari berbagai kelompok masyarakat, salah satunya dari ketua Projo Maros, Syafaruddin Ahmad.

Syafar mengatakan, jika deklarasi tersebut adalah hal yang seharusnya tidak perlu dilakukan, mengingat masyarakat sekarang sudah tahu kalau kepemimpinan Joko Widodo harus dilanjutkan.

“Kepemimpinan Pak Jokowi perlu dilanjutkan, pembangunan yang massif dan merata sampai ke ujung timur Indonesia itu perlu diapresiasi, dan masyarakat Indonesia sudah tahu itu. Jadi buat apa kita mau ganti? Gerakan 2019 ganti presiden itu saya rasa adalah gerakan yang akan berakhir kekecewaan,” kata mantan Aktivis HMI ini, Rabu (8/8/2018).

Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan gerakan deklarasi tersebut, karena menurut Syafar gerakan ini syarat akan kepentingan.

“Kami mengkaji gerakan deklarasi 2019 ganti presiden ini akan banyak diboncengi kepentingan, termasuk kepentingan para mafia yang selama ini bertekuk lutut dibawah kepemimpinan Pak Jokowi. Mafia itu ada dimana-mana, Pak Jokowi membrantas mereka, makanya banyak yang kayak cacing kepanasan, diolahlah berbagai isu yang murahan untuk menyerang Pak Jokowi, untuk menghimpun kekuatan ganti presiden, tapi saya sekali lagi katakan, masyarakat sudah pintar, Jokowi dua periode,” paparnya.

Terakhir ia menyampaikan jika deklarasi 2019 ganti presiden yang akan digelar di Makassar akan menjadi kekecewaan bagi para kelompok oposisi.

“Kelompok oposisi terus menggalakan hastag 2019 ganti presiden, saya cuman mau bilang kalau Sulsel ini tetap Jokowi Dua periode, dan yang mau deklarasi, siap -siap saja untuk kecewa,” ujarnya

Hal senada juga disampaikan oleh sekertaris PPP Maros, Hamka, ia menyampaikan jika masyarakat hari ini sudah tahu kinerja Presiden, dan ini adalah gerakan dari arus bawah yang menginginkan Jokowi dua periode.

“Jokowi Dua periode itu bukan keinginan partai semata, ini adalah permintaan rakyat, ini adalah permintaan arus bawah yang begitu besar. Makanya saya juga heran kenapa kok ada gerakan 2019 ganti presiden, yang baik jangan diganti, harus dilanjutkan,” ungkapnya.

Hamka melanjutkan, jika dirinya menganggap kalau gerakan 2019 ganti presiden ini adalah gerakan yang dibekingi oleh segelintir orang yang terlalu bernafsu merebut kekuasaan.

“Tagar 2019 ganti presiden itu dibuat oleh segelintir orang yang terlalu bernafsu merebut kekuasaan, dilemparlah berbagai opini yang menyudutkan pemeritahan pak Jokowi, tapj sekali lagi saya sampaikan, rakyat sudah cerdas dan Saya tetap optimis, Jokowi tetap dua periode, PPP siap bersama Jokowi dua periode,” tutup Hamka. (*)


div>