SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Ketua PSI Sulsel Minta Prof Wasif Thalib Fokus Urus Pendidikan Bukan Politik

Reporter:

Suryad Maswatu

Editor:

asharabdullah

Kamis , 08 Maret 2018 14:30
Ketua PSI Sulsel Minta Prof Wasif Thalib Fokus Urus Pendidikan Bukan Politik

Calon Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah (kiri) dan Ketua DPW PSI Sulsel, Fadli Noor (kanan). (ist)

MAKASAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel, Fadly Noor menggapai pernyataan Ketua PGRI Sulsel, Prof Wasir Thalib yang menyebutkan calon Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah menjadikan gelar “Profesor” untuk berpolitik.

PSI sebagai partai pendukung, kata Fadly , statemen Prof Wasir yang menyatakan Prof Nurdin Abdullah tidak pantas menggunakan gelar professor pada atribut kampanye adalah pernyataan keliru dan tendensius.

“Saya melihat Prof Wasir ini mengkritisi Prof Nurdin Abdullah, sekaitan politik padahal justru dia yang ikut dalam urusan politik,” ujarnya, Kamis (8/3/2018).

Fadly menambahkan, kekeliruan Prof Wasir karena menganggap Prof Nurdin Abdullah telah mundur sebagai ASN sehingga harus melepas gelar professornya adalah pernyataan tak rasional.

Ia mengimbau kepada Prof Wasir untuk melihat calon kepala daerah sebelumnya. Fadly mencontohkan seperti AM Hendropriyono dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga merupakan guru besar yang bukan merupakan ASN.

Menurutnya, penggunaan gelar professor dijelaskan dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Permendkbud 88/2013.

“Pengangkatan seseorang sebagai guru besar dengan gelar professor dilakukan melalui SK Mendikbud. Pemberhentiannya pun tentu melalui SK Mendikbud, bukan oleh Ketua PGRI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel Prof Dr Wasir Thalib tidak sepakat dengan gelar yang disematkan kepada Nurdin Abdullah sebagai profesor.

Hal tersebut ia katakan setelah melihat perkembangan media sosial dan atribut tim sukses Nurdin Abdullah yang masih menyematkan gelar profesor kepada mantan Bupati Bantaeng itu.


div>