RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Ketua PWI Sulsel: Kalau Oknum Pomal Bersalah, Ya Harus Diproses Hukum

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 13:40
Ketua PWI Sulsel: Kalau Oknum Pomal Bersalah, Ya Harus Diproses Hukum

int

 MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Ketua PWI Sulsel, HM Agus Salim Alwi, menyesalkan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) terhadap Salim Mamma, Wakil Ketua PWI Sulsel yang juga mantan Direktur Utama Harian Ujungpandang Ekspres. Penganiayaan terjadi di Warung Kopi (Warkop) Dottoro, Jalan Satando, Makassar, Selasa siang (18/4/2017) pukul 12.30 Wita.

Menurut Agus, pelaku penganiayaan yang terbukti bersalah dalam kasus ini harus diproses sesuai hukum. “Kalau saya sebagai Ketua PWI ini harus melalui proses hukum. Kalau memang bersalah, ya harus diproses. Karena ini masalah parkir, maka dari itu tidak seharusnya (oknum Pomal) memukul,” tegas Agus.

Agus juga menambahkan, tidak seharusnya seseorang main hakim sendiri di negara hukum ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Salim Mamma dikeroyok oknum anggota Pomal hingga pingsan. Korban lainnya ada Muhammad Said dan istrinya. Pasangan suami istri ini adalah orang tua Saharuddin Said, Anggota DPRD Kota Makassar. Muhammad Said mengalami luka di bagian wajah. Perutnya juga keram akibat terkena pukulan.

Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan PWI Sulsel, Faisal Palapa, menegaskan bahwa kasus ini tidak bisa ditoleransi. Bukan karena korban merupakan rekan seprofesinya, tetapi penganiayaan seperti itu seharusnya tidak terjadi. “Kita sangat menyesalkan tindakan seperti itu,” jelas Faisal.

Sementara itu, Danlantamal VI, Laksamana Pertama TNI Yusup, membantah ada pemukulan yang dilakukan anggota Pomal pada kejadian di Jalan Satando, kemarin. Namun, jika diketahui adanya pemukulan oleh aparat, maka yang bersangkutan, sebut Yusup, akan diberi hukuman. “Siapa yang dipukul, siapa yang memukul masih dalam tahap mencari fakta-fakta,” ungkap Yusup.


div>