JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Ketulusan Amran Mahmud Bantu Warga yang Berduka

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 01 Februari 2018 14:46
Ketulusan Amran Mahmud Bantu Warga yang Berduka

int

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Amran Mahmud sibuk dengan telepon selulernya, 29 Januari 2018. Jari-jarinya menekan tombol dan sesekali menelpon usai mendengar kabar duka.

Kabar duka itu datang dari seorang guru MTs As’adiyah Putra Sengkang, Hamzah. Orangtua Rusdin Sannur, salah seorang rekan kerjanya, meninggal dunia di Rumah Sakit Lamaddukelleng Sengkang, pukul 00.10 Wita.

Sesuai rencana, jenazah akan dibawa ke kampung halaman sekaligus dimakamkan di Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu pada Senin, 29 Januari 2018. Untuk itulah, Hamzah berupaya mencari mobil ambulans agar proses
perjalanannya ke Luwu bisa lebih cepat.

Informasi duka ini awalnya disampaikan Hamzah dalam sebuah grup aplikasi pesan, WhatsApp. Kebetulan, dalam
grup itu ada Amran Mahmud.

“Adakah yang bisa usahakan mobil ambulans sekarang? Ada guru As’adiyah yang (jenazah) orangtuanya mau diantar dari RSUD Lamaddukelleng ke Luwu,” tulis Hamzah di grup itu.

Amran Mahmud yang kebetulan belum tidur pada malam itu, langsung merespon. “Sementara diusahakan ya,” tulisnya
menanggapi obrolan Hamzah.

Beberapa menit kemudian, mobil ambulans yang dinanti akhirnya tiba di RSUD Lamaddukelleng. Tak menunggu lama, jenazah orangtua Rusdin Sannur lalu diantar ke Luwu sekitar jam 01.00 WITA.

Amran Mahmud pun turut menyampaikan duka kepada Rusdin Sannur. Mantan wakil bupati ini mempersilakan kepada Rusdin menggunakan mobil ambulance hingga selesai prosesi pemakaman.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun, semoga husnul khatimah dan semua keluarga yang ditinggalkan mendapat kesabaran,
ketabahan dan keikhlasan. Dipakai saja mobil ambulans sampai selesai pemakaman,” ucap Amran yang juga Dosen IAI As’adiyah. (*)


div>