RABU , 14 NOVEMBER 2018

Ketulusan Bersahabat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 03 April 2017 10:10
Ketulusan Bersahabat

int

Bolehkah aku jadi sahabatmu? Persahabatan adalah jalinan pertemanan yang akrab antara kita dan orang lain. Kalau ada persahabatan, pastilah ada kepedulian di antara kita, kepedulian satu dengan yang lainnya. Di dalam persahabatan, kata kebersamaan pasti menjadi pengikatnya. Kalau kita sudah saling membohongi, egois, dan mementingkan diri sendiri, itu tandanya kita sudah tidak bersahabat lagi.

Bisa jadi, kita saling mengenal tetapi bukan sahabat lagi. Kalaulah begitu, salah satu sifat pemimpin adalah sekaligus menjadi sahabat bagi anak buahnya, bukan orang lain yang jauh dari hati stafnya dan gila hormat, elites, dan cenderung sombong dan birokratis, serta sok pintar.

Pemimpin itu adalah sahabat kita yang artinya, telinganya dia sediakan untuk mendengar, hatinya selalu terbuka dan mau memahami keadaan, serta tangannya yang mau menolong. Itu artinya, kalau mau jadi pemimpin yang baik, maka haruslah mau menjadi sahabat yang baik, sehingga apa yang dia dengar dari telinganya, bisa masuk di hatinya, lalu mau menggerakkan tangannya untuk membantu orang lain dengan segala ketulusan dan ikhlas.

Apakah kamu pemimpin atau anak buah yang sekaligus bisa dikatakan sahabat? Bisa iya, bisa tidak kan? Pasalnya, banyak yang suka jadi sahabat karena ada maunya, ada kepentingannya, ada juga yang karena curiganya terlalu tinggi. Adapula yang memilih sekedar teman karena merasa sering ditipu maka ogah lagi bersahabat, membuat persahabatannya tidak tulus.

Seperti apakah sahabat atau teman yang kamu inginkan? Dia hanya teman biasakah? Sahabat yang bagaikan harimau? Sahabat bagaikan kelinci? Yang pasti, kita tentulah menginginkan sahabat yang tulus nan bijak, dan mau mengingatkan jika kita salah arah. (*)


Tag
  • syl way
  •  
    div>